Paving Block untuk Area Makan Outdoor Kafe dan Warung: Meja Goyang, Tumpahan, dan Pasir Nat

Beberapa tahun terakhir, kafe kebun dan warung dengan area makan terbuka tumbuh di mana-mana di sekitar Malang dan Batu. Banyak di antaranya memakai halaman berpaving untuk area meja. Pemiliknya biasanya memilih keping dari foto katalog, dengan pertimbangan warna dan harga, lalu memasangnya seperti halaman rumah. Keluhan yang kemudian datang ke kami hampir tidak pernah soal kekuatan. Yang dikeluhkan adalah meja yang goyang, kaki kursi yang berisik, noda kuah yang tidak mau hilang, dan tamu yang sepatunya penuh pasir.

Area makan outdoor adalah salah satu pemakaian paving block yang paling jarang dibahas, padahal tuntutannya sangat berbeda dari halaman parkir. Bebannya ringan, tapi permukaannya diperiksa dari jarak dekat oleh ratusan orang yang duduk berjam-jam di atasnya. Kerataan yang tidak terasa oleh ban mobil langsung terasa oleh meja berkaki empat.

Tulisan ini merangkum hal-hal yang kami lihat dari beberapa pelanggan pemilik usaha makan, yang sebagian besar baru terasa setelah usahanya berjalan.

Meja yang Goyang: Keluhan Nomor Satu

Tamu yang mejanya goyang akan menyelipkan tisu terlipat di bawah kaki meja, lalu mengeluh ke pelayan, lalu mungkin menulisnya di ulasan. Di area makan berpaving, meja goyang hampir tidak bisa dihindari kalau permukaannya dipasang dengan standar halaman biasa.

Penyebabnya bisa dijelaskan dengan sederhana. Empat kaki meja berjarak enam puluh sampai delapan puluh sentimeter. Kalau satu kaki jatuh di atas keping yang dua milimeter lebih rendah dari tetangganya, meja itu goyang. Di halaman rumah, selisih dua milimeter antarkeping dianggap wajar dan memang tidak mengganggu apa pun. Di bawah meja makan, selisih itu sudah cukup.

Ada penyebab kedua yang sering tidak disadari: kaki meja yang jatuh tepat di nat. Keping dengan tepi yang dibuat miring, atau keping kecil dengan banyak garis nat, membuat kemungkinan kaki meja jatuh di alur nat sangat besar. Kaki meja yang masuk alur sedalam beberapa milimeter membuat meja miring, dan saat meja digeser sedikit, ia goyang lagi di posisi baru.

Yang membantu, dari yang paling berpengaruh:

  1. Keping yang lebih besar di zona meja. Keping 20 x 20 sentimeter atau lempeng 50 x 50 sentimeter berarti lebih sedikit garis nat dan lebih besar kemungkinan keempat kaki meja berdiri di permukaan yang menyatu. Keping kecil seperti 10,5 x 10,5 sentimeter cantik dilihat tapi paling sering membuat meja goyang.
  2. Kerataan yang diperiksa dengan jidar, bukan dengan mata. Mintalah tukang memeriksa zona meja dengan jidar aluminium sepanjang satu sampai dua meter, dengan celah di bawah jidar tidak lebih dari tiga milimeter. Ini lebih ketat dari biasanya dan butuh waktu lebih lama, jadi sepakati sejak penawaran.
  3. Meja dengan kaki penyetel. Kaki meja yang ujungnya bisa diputar naik turun menyelesaikan sebagian besar masalah. Biayanya kecil dibanding membongkar paving.
  4. Meja berkaki tunggal dengan dasar bercabang tiga. Tiga titik selalu berdiri tanpa goyang di permukaan apa pun, sedangkan empat titik tidak. Untuk meja kecil dua orang, ini pilihan yang sangat masuk akal.
Paving corso 50 x 50 cm abu dengan permukaan lebar dan sedikit garis nat, cocok untuk zona meja di area makan outdoor agar meja tidak goyang

Baca Juga : Memilih Bentuk Paving Block: Bata, Kubus, Segi Enam, Wajik, dan Topi Uskup

Kaki Kursi yang Diseret

Setiap tamu yang duduk dan berdiri menggeser kursinya. Di kafe yang ramai, itu terjadi ribuan kali seminggu. Kaki kursi besi atau aluminium yang ujungnya tidak bertutup, atau yang tutupnya sudah lepas, menggores permukaan keping setiap kali digeser.

Pada keping berpermukaan halus, goresan ini terlihat jelas setelah beberapa bulan, terutama di sekitar meja yang paling laku. Terbentuk lingkaran-lingkaran kusam di tempat kursi paling sering digeser. Keping dengan permukaan kasar atau bertekstur alami menyamarkannya lebih baik, karena goresannya tenggelam di antara tekstur yang memang sudah tidak rata.

Ada juga soal bunyi. Kaki kursi besi yang digeser di atas beton menghasilkan suara berderit yang cukup keras, dan di area makan yang penuh, suara itu bersahut-sahutan. Tutup kaki kursi dari karet atau plastik tebal mengurangi goresan dan bunyinya sekaligus. Periksa dan ganti tutup yang lepas secara rutin; tutup kaki kursi adalah barang habis pakai di area makan berpaving.

Tumpahan Kuah, Minyak, dan Kopi

Beton adalah bahan berpori. Cairan yang tumpah di atas paving tidak hanya mengering di permukaan, tapi sebagian meresap ke dalam. Air bersih meresap lalu menguap tanpa jejak. Kuah bersantan, minyak goreng, kopi, dan sambal meresap lalu meninggalkan noda.

Beberapa hal yang kami perhatikan dari area makan yang sudah berjalan:

  • Kecepatan membersihkan lebih penting dari bahan pembersih. Tumpahan yang dilap dalam lima menit hampir tidak meninggalkan bekas. Tumpahan yang dibiarkan sampai tutup kafe akan meresap dalam dan sulit hilang.
  • Minyak perlu ditaburi dulu, bukan langsung dipel. Taburi serbuk gergaji, pasir kering, atau bubuk kapur di atas tumpahan minyak, biarkan beberapa menit supaya minyaknya terserap, sapu, baru cuci dengan air sabun. Mengepel minyak dengan air hanya menyebarkannya ke area yang lebih luas.
  • Hindari pembersih asam keras. Cairan pembersih porselen berbahan asam memang membuat noda cepat hilang, tapi asam itu juga melarutkan lapisan semen di permukaan keping. Setelah beberapa kali, permukaan keping jadi kasar dan butiran pasirnya menonjol, lalu justru lebih mudah menangkap kotoran.
  • Tumpahan manis mengundang semut. Minuman bersirup yang tumpah dan tidak dibersihkan tuntas akan mengundang semut, dan semut suka bersarang di nat pasir. Setelah beberapa minggu, pasir nat di sekitar meja itu mulai terangkat keluar sedikit demi sedikit.

Soal warna, keping abu gelap atau yang berwarna campur menyamarkan noda paling baik. Keping merah dan kuning cerah terlihat bagus di foto, tapi noda minyak di atasnya terlihat jelas sebagai bercak gelap. Keping abu terang sangat jujur memperlihatkan setiap tumpahan kopi.

Pertanyaan yang sering datang: apakah sebaiknya dicoating supaya tidak menyerap. Coating memang mengurangi penyerapan noda, tapi ia punya dua kelemahan di area makan. Permukaan yang dicoating jadi licin saat basah, dan tamu yang berjalan di atas bekas tumpahan minuman bisa terpeleset. Selain itu, coating mengelupas tidak merata di jalur yang sering diinjak, sehingga setelah setahun, area makan terlihat belang. Kalau memang ingin memakai coating, pilih yang tidak mengkilap dan bersiaplah melapisinya ulang secara rutin.

Baca Juga : Coating dan Cat Paving Block: Yang Terjadi Setahun Kemudian

Air Bekas Pel dan Air Hujan

Area makan outdoor dipel setiap hari, kadang dua kali. Air bekas pel yang bercampur sisa makanan dan sabun harus punya jalan keluar yang jelas. Kalau permukaan paving datar sempurna, air pel menggenang tipis di bawah meja dan meninggalkan bekas kerak saat kering.

Buat kemiringan satu sampai dua persen ke arah saluran di tepi area makan. Kemiringan sekecil itu hampir tidak terasa oleh meja dan kursi, terutama kalau mejanya memakai kaki penyetel, tapi cukup untuk mengalirkan air. Arahkan kemiringan menjauhi pintu dapur dan pintu masuk, dan pastikan salurannya punya penyaring sampah, karena sisa makanan yang masuk ke saluran akan membusuk dan berbau.

Kalau ada payung besar atau kanopi kain di atas meja, perhatikan garis tetesan air hujan di tepinya. Payung taman yang besar mengumpulkan air hujan dari bidang yang luas dan menumpahkannya di beberapa titik di tepi payung. Titik-titik itu akan jadi tempat nat pertama kali kosong. Pemberat payung yang terbuat dari beton cor atau besi juga meninggalkan bekas di paving kalau tidak pernah dipindah; putar atau pindahkan sesekali.

Baca Juga : Air di Area Paving Block: Genangan, Resapan, dan Ke Mana Airnya Pergi

Pasir Nat yang Terbawa ke Dalam

Ini masalah khas bulan-bulan pertama. Paving yang baru dipasang diberi pasir nat yang disapu ke dalam celah antarkeping. Sebagian pasir tertinggal di permukaan, dan pasir yang tertinggal itu menempel di sol sepatu tamu, terbawa ke dalam ruangan, dan terasa berpasir di lantai keramik bagian dalam. Beberapa pemilik kafe menyebut ini sebagai keluhan paling menjengkelkan di bulan pertama.

Pasir nat memang harus diisi penuh, jadi yang bisa dilakukan adalah mengatur waktunya. Kalau memungkinkan, pasang paving dua sampai tiga minggu sebelum area makan dibuka. Selama waktu itu, isi nat, siram air, biarkan pasir turun dan memadat, lalu isi lagi. Setelah dua atau tiga putaran, sapu bersih seluruh permukaan dari sisa pasir. Area yang dibuka setelah proses ini jauh lebih bersih.

Keset atau karpet kasar di setiap pintu dari area makan ke dalam ruangan juga membantu, bukan hanya untuk pasir, tapi juga untuk air saat hujan.

Sepatu, Kereta Bayi, dan Kursi Roda

Tamu kafe beragam, dan permukaan area makan harus nyaman untuk semuanya. Beberapa jenis keping yang cocok untuk halaman justru kurang cocok untuk area makan:

  • Keping berlubang untuk rumput. Cantik di halaman, tapi lubang-lubangnya menjebak hak sepatu, kaki kursi, dan roda kereta bayi. Jangan dipakai di area yang dilewati tamu.
  • Keping dengan tepi miring yang dalam. Alur di antara keping jadi lebih lebar di permukaan, dan hak sepatu yang runcing bisa terperosok. Untuk area makan, pilih keping dengan tepi yang tegak atau hanya sedikit dibulatkan.
  • Anak tangga kecil di tengah area. Beda tinggi lima sampai sepuluh sentimeter di tengah area makan, misalnya antara zona meja dan jalur jalan, adalah tempat orang paling sering tersandung, apalagi di malam hari. Kalau memang harus ada beda tinggi, beri warna keping yang berbeda di bibirnya dan penerangan yang cukup.

Kabel, Lampu, dan Pot Tanaman

Area makan outdoor hampir selalu punya lampu taman, lampu gantung, pengeras suara, dan kadang stopkontak untuk tamu yang ingin mengisi baterai ponsel. Semua itu butuh kabel, dan kabel yang ditarik belakangan berarti membongkar paving yang sudah jadi.

Sebelum paving dipasang, tanam pipa kosong untuk kabel di jalur yang mungkin dibutuhkan, termasuk jalur yang belum pasti dipakai. Pipa kosong itu murah, dan kalau suatu hari ingin menambah lampu atau pindah posisi meja kasir, kabel tinggal ditarik lewat pipa tanpa membongkar apa pun. Tandai ujung-ujung pipa dan simpan fotonya.

Pot tanaman besar yang diletakkan di atas paving juga perlu dipikirkan. Pot beton atau tanah liat berisi tanah basah bisa berat sekali, dan kalau tidak pernah dipindah, keping di bawahnya turun perlahan. Pot besi meninggalkan noda karat yang hampir mustahil dihilangkan. Beri alas atau kaki di bawah pot, dan kalau bisa, tempatkan tanaman besar di bidang tanah yang memang disisakan tanpa paving.

Baca Juga : Pipa, Kabel, dan Bak Kontrol di Bawah Paving Block: Bekas Galian yang Selalu Ambles Duluan

Warna, Panas, dan Pembagian Zona

Area makan outdoor yang dipakai siang hari perlu memikirkan panas. Paving berwarna gelap yang terkena matahari penuh bisa sangat panas di siang hari, dan panas itu naik ke tamu yang duduk di atasnya. Paving berwarna sangat terang memantulkan cahaya dan menyilaukan. Warna tengah, seperti abu natural, biasanya kompromi yang paling nyaman, terutama kalau ada peneduh.

Warna juga bisa dipakai untuk membagi zona tanpa sekat. Jalur jalan untuk pelayan dan tamu bisa memakai keping dengan warna atau pola yang berbeda dari zona meja. Pelayan tahu ke mana harus berjalan, tamu tidak menaruh kursi di jalur lalu lintas, dan secara visual area makan jadi lebih tertata. Ini jauh lebih murah daripada sekat pot tanaman atau pagar rendah, dan tidak menghalangi apa pun.

Paving block 20 x 20 cm abu halus tebal 6 cm, pilihan keping lebar dengan warna tengah untuk zona meja kafe outdoor

Baca Juga : Paving Block yang Panas dan Menyilaukan: Warna, Bayangan, dan Area Kaki Telanjang

Memasang Paving Block Tanpa Menutup Usaha

Pemilik kafe yang sudah berjalan dan ingin mengganti lantai area makan jarang bisa menutup usahanya selama seminggu. Pekerjaan paving sebenarnya bisa dibagi per zona. Karena tidak butuh waktu pengeringan seperti cor beton, zona yang selesai dipasang dan diisi natnya bisa langsung dipakai tamu keesokan harinya.

Beberapa hal yang membuat pengerjaan bertahap lebih lancar: bagi area menjadi dua atau tiga zona dengan batas di garis yang memang akan jadi batas visual, kerjakan zona yang paling jauh dari pintu masuk lebih dulu, simpan material di tempat yang tidak terlihat tamu, dan hindari memakai mesin pemadat saat jam makan karena bunyi dan getarannya. Tukang yang biasa mengerjakan tempat usaha umumnya sudah terbiasa bekerja pagi sebelum buka.

Satu catatan terakhir: simpan keping cadangan dari jenis dan warna yang sama, setidaknya beberapa persen dari jumlah terpasang. Di area makan, keping yang rusak karena tumpahan permanen atau pecah karena kejatuhan barang berat lebih baik diganti satu per satu. Keping pengganti yang warnanya sama persis hanya ada kalau disimpan sejak awal.

Pertanyaan yang Sering Masuk

Kenapa meja di area paving selalu goyang?

Selisih tinggi antarkeping 2 mm sudah cukup membuat meja berkaki empat goyang. Pakai keping lebar, cek kerataan dengan jidar, atau meja berkaki penyetel.

Ukuran keping apa yang cocok untuk area meja?

20 x 20 cm atau 50 x 50 cm. Garis natnya lebih sedikit sehingga kaki meja jarang jatuh di nat.

Bagaimana membersihkan tumpahan minyak?

Taburi serbuk gergaji atau pasir kering, tunggu beberapa menit, sapu, lalu cuci air sabun. Jangan pakai pembersih asam keras.

Perlu dicoating supaya tidak menyerap noda?

Boleh, tapi pilih yang tidak mengkilap karena coating licin saat basah dan mengelupas tidak merata di jalur ramai.

Tamu mengeluh sepatunya berpasir, kenapa?

Sisa pasir nat di permukaan. Pasang 2 sampai 3 minggu sebelum buka, isi dan siram nat berulang, lalu sapu bersih.

Bisa dipasang tanpa menutup kafe?

Bisa, dikerjakan per zona. Zona yang sudah selesai dan diisi natnya bisa dipakai keesokan harinya.


Menyiapkan Area Makan Outdoor dengan Paving?

Kirim denah kasar area makan, jumlah meja, dan foto kondisi sekarang. Dari situ bisa dibantu memilih ukuran keping untuk zona meja dan jalur jalan, sekaligus menghitung kebutuhannya. UD Lancar Berkah Jaya Beton di Jl. Raya Kedawung 99, Ngijo, Karang Ploso, Malang, mencetak sendiri paving block, kanstin, dan genteng betonnya.

Tinggalkan komentar