Mengecat Ulang Genteng Beton yang Warnanya Sudah Pudar

Permukaan genteng beton disikat untuk membersihkan lumut sebelum dicat ulang

Pertanyaan ini biasanya datang dari pemilik rumah yang atapnya sudah berumur sepuluh tahun ke atas: “Genteng betonnya masih bagus, cuma warnanya sudah pudar dan belang. Bisa dicat ulang tidak?”

Bisa. Tapi jawaban singkat itu menyembunyikan hal yang paling menentukan: hasilnya nyaris seluruhnya ditentukan oleh persiapan permukaan, bukan oleh merek catnya. Saya sudah melihat pekerjaan cat atap yang mengelupas dalam enam bulan dengan cat mahal, dan pekerjaan yang masih rapi di tahun kelima dengan cat biasa. Bedanya ada di apa yang dikerjakan sebelum kalengnya dibuka.

Ada juga satu konsekuensi yang jarang disampaikan sebelum orang memutuskan, dan menurut saya harus diketahui sejak awal: begitu genteng beton dicat, dia akan butuh dicat lagi, selamanya.

Kenapa Genteng Beton Memudar

Memahami sebabnya membantu memutuskan apakah mengecat memang jawabannya.

Warna genteng beton datang dari pigmen yang dicampur ke dalam adukan, dan pada sebagian produk diperkuat lapisan pewarna di permukaan. Yang terkena matahari langsung setiap hari adalah lapisan paling luar, dan sinar ultraviolet memang memudarkan pigmen apa pun dalam hitungan tahun. Ini proses normal, bukan cacat.

Ada tiga hal lain yang sering dikira “pudar” padahal bukan, dan ketiganya punya penanganan berbeda:

  • Bercak putih. Garam bawaan semen yang terbawa air ke permukaan lalu mengering di sana. Warnanya masih utuh di bawahnya; yang Anda lihat cuma lapisan tipis di atasnya. Sering hilang sendiri setelah beberapa musim hujan, dan bisa dibersihkan.
  • Lumut dan jamur. Terutama di sisi yang jarang kena matahari dan di daerah sejuk lembap. Ini yang membuat atap terlihat hijau kehitaman dan belang, bukan pudar.
  • Debu dan jelaga yang menempel di permukaan berpori, umum pada rumah di pinggir jalan besar.

Ini penting karena kalau penyebabnya salah satu dari ketiga hal itu, mencuci saja sudah mengembalikan sebagian besar penampilannya, dan Anda tidak perlu mengecat sama sekali. Saya sering menyarankan mencuci satu bidang kecil dulu sebagai percobaan sebelum memutuskan. Sepuluh menit menyikat satu meter persegi sudah cukup memberi jawaban.

Satu hal yang perlu dilepaskan sejak awal: warna yang memudar tidak berarti kepingnya melemah. Beton justru terus mengeras seiring waktu. Genteng berumur lima belas tahun yang warnanya sudah tenang biasanya secara struktur lebih kuat daripada saat baru dipasang. Umur pakai nyata genteng beton saya bahas terpisah di catatan tentang berapa lama genteng beton bertahan.

Kapan Mengecat Masuk Akal, dan Kapan Sebaiknya Tidak

Ini pertimbangan yang jujur, termasuk kondisi di mana saya akan menyarankan Anda tidak mengecat.

Masuk akal kalau: keping-kepingnya masih utuh dan padat, retaknya sedikit, Anda ingin mengubah warna atap karena rumah dicat ulang, atau warnanya sudah belang parah antar bidang sehingga mencuci saja tidak menolong. Juga masuk akal kalau atapnya campuran keping lama dan keping pengganti dari periode berbeda, karena mengecat menyamakan semuanya sekaligus.

Sebaiknya tidak kalau:

  • Banyak keping yang sudah retak atau keropos. Cat tidak menambal apa pun. Anda hanya akan mengecat masalah supaya lebih sulit terlihat.
  • Atapnya sangat tinggi atau sulit dijangkau. Biaya perancah dan risiko naik berkali-kali seumur hidup atap itu perlu dihitung, karena setelah dicat sekali Anda terikat pada siklusnya.
  • Anda tidak siap mengulang tiap beberapa tahun. Ini poin yang paling sering menimbulkan penyesalan, dan saya bahas di bagian tersendiri di bawah.
  • Yang bermasalah cuma lumut. Cuci saja. Jauh lebih murah dan hasilnya sering di luar dugaan.

Baca Juga : Memilih Warna Genteng Beton yang Tidak Cepat Terlihat Kusam

Persiapan Permukaan: Bagian yang Menentukan Segalanya

Kalau ada satu sebab kenapa cat atap mengelupas, itu adalah mengecat di atas permukaan yang belum siap. Urutannya seperti ini, dan tidak ada satu pun yang boleh dilompati.

  1. Sikat kering dulu. Buang lumut tebal, daun yang membusuk, dan kerak yang menempel. Sikat berbulu keras, bukan sikat kawat baja, karena kawat baja meninggalkan serpihan logam yang nanti berkarat dan menimbulkan bintik cokelat menembus cat.
  2. Cuci. Air bertekanan boleh, tapi jangan terlalu dekat dan jangan terlalu tinggi tekanannya. Semprotan yang terlalu kuat mengikis lapisan permukaan keping dan justru mempercepat kerusakan. Jarak sejengkal lebih dan gerakan menyapu sudah cukup.
  3. Bunuh lumutnya, jangan hanya dilepas. Ini langkah yang paling sering dilewati dan penyebab nomor satu cat mengelupas. Lumut punya akar halus yang menembus pori beton; menyikatnya hanya mengangkat yang di permukaan. Bahan pembunuh lumut untuk dinding luar bisa dipakai, disapukan, dibiarkan bekerja sesuai petunjuknya, lalu dibilas.
  4. Tunggu benar-benar kering. Bukan kering di permukaan, tapi kering sampai ke dalam pori. Setelah dicuci, beri waktu dua sampai tiga hari cuaca cerah. Mengecat di atas beton yang masih menyimpan air adalah cara paling pasti membuat cat menggelembung, karena air yang menguap dari dalam mendorong lapisan cat dari belakang.
  5. Ganti dulu keping yang retak. Jauh lebih mudah dilakukan sekarang daripada nanti, saat penggantinya harus dicat terpisah supaya warnanya menyatu.
  6. Lapisi dengan cat dasar. Permukaan genteng beton lama itu berpori dan menyerap. Tanpa cat dasar, lapisan pertama akan terserap tidak merata dan hasilnya belang.

Kalau seluruh rangkaian ini terdengar panjang, memang begitu. Sebagai gambaran perbandingan waktu di lapangan: persiapan biasanya memakan dua sampai tiga kali lebih lama daripada mengecatnya sendiri. Kalau ada penawaran jasa cat atap yang selesai dalam satu hari untuk satu rumah, hampir pasti ada langkah yang dilewati, dan langkah yang dilewati itu biasanya nomor tiga dan nomor empat.

Empat pilihan warna genteng beton sebagai acuan saat menentukan warna cat ulang

Cat yang Cocok, dan yang Jangan Dipakai

Beton itu bahan yang bernapas. Uap air bergerak keluar masuk lewat pori-porinya sepanjang waktu, dan cat yang dipakai harus mengizinkan itu.

  • Yang cocok: cat khusus genteng atau pelapis atap berbahan dasar akrilik berbasis air. Sifatnya elastis, tahan ultraviolet, dan tetap melewatkan uap. Sebagian produk juga menambahkan bahan antilumut, yang berguna untuk daerah sejuk dan lembap.
  • Yang sebaiknya dihindari: cat tembok interior biasa, karena tidak dirancang menahan ultraviolet dan hujan langsung. Cat minyak dan cat berbasis pelarut juga kurang tepat, karena membentuk lapisan yang terlalu rapat sehingga uap dari dalam beton terperangkap dan mendorong catnya lepas dari belakang.
  • Yang perlu ditanyakan lebih dulu: pelapis anti bocor yang tebal seperti bahan karet. Bahan itu ada tempatnya, misalnya di dak beton, tapi pada bidang genteng dia menambah beban, menutupi sambungan antar keping, dan membuat keping praktis tidak bisa dilepas satu-satu lagi kalau ada yang perlu diganti.

Soal warna, ada satu hal praktis yang layak dipertimbangkan. Warna gelap terlihat rapi dan menyembunyikan noda lebih lama, tapi juga menyerap panas lebih banyak dan memudar lebih cepat karena bebannya terhadap ultraviolet lebih berat. Warna sedang seperti abu-abu dan cokelat tanah biasanya jadi jalan tengah yang paling awet penampilannya.

Cara Mengerjakan dan Cuaca yang Tepat

Beberapa catatan yang sederhana tapi menentukan hasil akhir.

Waktu. Kerjakan di musim kering, dan dalam sehari pilih pagi atau sore. Mengecat di bawah matahari terik membuat lapisan mengering di permukaan sebelum meresap, dan lapisan seperti itu mengelupas belakangan. Pastikan juga ada jeda cukup panjang sebelum hujan berikutnya; hujan yang turun sebelum cat mengering sempurna akan meninggalkan bekas aliran yang permanen.

Alat. Semprot lebih cepat dan lebih merata untuk bidang luas, tapi butuh penutup untuk dinding, kusen, dan tanaman di sekitarnya, dan tidak bisa dikerjakan saat berangin. Kuas dan rol lebih lambat tapi lebih terkendali, dan biasanya lebih baik untuk atap kecil atau perbaikan sebagian.

Jumlah lapisan. Dua lapis tipis selalu lebih baik daripada satu lapis tebal. Satu lapis tebal mengering tidak merata dan lebih mudah retak mengikuti gerakan keping.

Cara berjalan di atasnya. Ini yang paling sering dilupakan dan paling mahal akibatnya. Mengecat atap berarti berjalan di seluruh bidang, berkali-kali, sambil membawa beban. Titik injak yang salah menghasilkan retak yang baru terlihat setahun kemudian, dan ironisnya retak itu tersembunyi di bawah cat baru. Pakai papan penyebar beban, dan pastikan yang mengerjakan tahu titik injak yang benar; saya uraikan di catatan tentang naik dan berjalan di atas atap genteng beton.

Baca Juga : Genteng Beton di Daerah Sejuk dan Lembap seperti Malang dan Batu

Umur Hasilnya, dan Ikatan yang Menyertainya

Ini bagian yang saya rasa paling jarang disampaikan sebelum orang memutuskan, jadi saya taruh terang-terangan.

Cat atap yang dikerjakan dengan persiapan yang benar biasanya bertahan empat sampai tujuh tahun sebelum mulai terlihat kusam lagi, tergantung seberapa terbuka atap Anda terhadap matahari dan seberapa lembap lingkungannya. Yang dikerjakan tanpa persiapan bisa mengelupas dalam satu tahun.

Sesudah itu ada konsekuensi jangka panjangnya. Genteng beton yang belum pernah dicat akan memudar perlahan dan merata, dan pada titik tertentu warnanya berhenti berubah dan menetap. Banyak orang justru menyukai tampilan itu. Genteng yang sudah dicat tidak memudar merata; catnya menipis, mengelupas setempat, dan memperlihatkan warna asli di bawahnya. Belangnya lebih mengganggu mata daripada pudar yang alami.

Artinya, sekali dicat, Anda masuk ke siklus. Bukan hal buruk, tapi harus dihitung: setiap lima tahunan ada biaya dan ada orang yang naik ke atap Anda. Kalau atapnya mudah dijangkau, itu urusan kecil. Kalau butuh perancah, hitungannya berubah, dan pada beberapa kasus mengganti keping yang paling parah sambil membiarkan sisanya menua secara alami justru lebih masuk akal daripada mengecat seluruhnya.

Sebagai pembanding kasar untuk memutuskan: biaya mengecat seluruh atap, kalau dihitung sampai lima kali pengulangan selama dua puluh lima tahun, sering mendekati biaya mengganti gentengnya dengan yang baru. Bedanya, mengganti memberi Anda keping yang benar-benar baru dan tidak menciptakan kewajiban berulang.

Mencuci Saja: Cara yang Sering Cukup

Karena ini pilihan yang paling murah dan paling sering terlewat, saya rinci sedikit caranya. Banyak atap yang dikira butuh dicat sebenarnya hanya butuh dibersihkan sekali dengan benar.

Kerjakan setelah beberapa hari cerah, supaya lumut dalam kondisi kering dan gampang lepas. Sikat kering lebih dulu dari arah atas ke bawah, lalu sapukan bahan pembunuh lumut dan biarkan bekerja sesuai petunjuk kemasannya, umumnya beberapa jam. Baru sesudah itu dibilas. Urutan ini penting: membilas lebih dulu hanya memindahkan lumut dan menyisakan akarnya.

Jangan berlebihan dengan tekanan air. Semprotan yang terlalu kuat memang membuat permukaan langsung terlihat bersih, tapi yang terkikis bersamanya adalah lapisan halus di permukaan keping, dan permukaan yang jadi lebih kasar akan menumbuhkan lumut lebih cepat pada musim berikutnya. Ini sebabnya sebagian atap justru terlihat lebih cepat kotor setelah dicuci bertekanan tinggi.

Hasil yang wajar diharapkan: warna asli kembali terlihat, tapi tidak sepenuhnya seperti baru, karena pudar akibat matahari memang tidak bisa dicuci. Kalau setelah dicuci Anda sudah cukup puas, berhenti di situ. Kalau belum, setidaknya sekarang permukaannya sudah siap untuk dicat, dan langkah pertama dari pekerjaan cat sudah selesai.

Perkiraan Biaya, dan Pos Mana yang Sebenarnya Mahal

Angka pastinya berbeda-beda menurut daerah dan bentuk atap, tapi susunan pos biayanya selalu sama, dan susunan itu yang berguna untuk memutuskan.

  • Bahan: cat dasar, cat atas dua lapis, dan bahan pembunuh lumut. Daya sebar cat di atas genteng beton jauh lebih boros daripada di atas dinding halus, karena permukaannya berpori dan bertekstur. Siapkan perkiraan pemakaian sekitar satu setengah kali dari yang tertulis di kaleng.
  • Upah: ini pos terbesar, dan sebagian besarnya bukan untuk mengecat, melainkan untuk mencuci, menyikat, dan menunggu kering. Kalau ada penawaran yang jauh lebih murah dari yang lain, hampir selalu selisihnya diambil dari sini.
  • Akses: perancah, tangga panjang, atau pengaman. Untuk rumah satu lantai dengan atap landai, pos ini kecil. Untuk rumah dua lantai atau atap yang curam, pos ini bisa menyaingi upah.
  • Penutup dan pembersihan: menutup dinding, kusen, talang, dan tanaman, terutama kalau memakai semprot.

Perhatikan bahwa harga catnya sendiri bukan pos yang menentukan. Karena itu berhemat pada catnya, dengan memakai cat tembok biasa misalnya, adalah penghematan yang salah sasaran: Anda menghemat pada bagian termurah dan mengorbankan hasil dari seluruh biaya yang lain.

Satu pertimbangan terakhir yang praktis: kalau Anda memang berencana mengecat, kerjakan bersamaan dengan pekerjaan atap lain yang tertunda. Mengganti keping retak, membersihkan talang, memeriksa wuwung, dan mengecat sebaiknya jadi satu kali naik. Sebagian besar biaya pekerjaan atap adalah biaya mengakses atapnya, bukan biaya pekerjaannya sendiri.

Baca Juga : Genteng Beton Bekas Bongkaran: Kapan Masih Layak Dipakai Ulang

Pertanyaan yang Sering Masuk

Genteng beton bisa dicat ulang?

Bisa, dengan cat khusus genteng atau pelapis atap berbahan akrilik berbasis air. Hasilnya ditentukan persiapan permukaan, bukan merek catnya.

Apakah warna pudar berarti gentengnya rusak?

Tidak. Betonnya justru terus mengeras seiring waktu. Yang memudar adalah pigmen di lapisan permukaan karena sinar matahari.

Kenapa cat atap sering mengelupas?

Paling sering karena dicat di atas lumut yang akarnya masih hidup, atau di atas permukaan yang belum kering sampai ke dalam pori.

Berapa lama menunggu setelah dicuci?

Dua sampai tiga hari cuaca cerah, sampai kering bukan cuma di permukaan tapi sampai ke dalam pori beton.

Cat tembok biasa boleh dipakai?

Sebaiknya tidak. Tidak dirancang menahan ultraviolet dan hujan langsung. Cat minyak juga kurang tepat karena menahan uap dari dalam beton.

Berapa lama hasilnya bertahan?

Empat sampai tujuh tahun kalau persiapannya benar. Setelah dicat sekali, atap akan butuh dicat ulang secara berkala.

Kalau yang bermasalah cuma lumut?

Cukup dicuci dan dibunuh lumutnya. Coba satu meter persegi dulu sebagai percobaan sebelum memutuskan mengecat seluruhnya.

Apa risiko terbesar saat mengecat atap?

Retak baru akibat salah menginjak, dan retak itu tersembunyi di bawah cat. Pakai papan penyebar beban dan pastikan titik injaknya benar.


Menimbang Mengecat atau Mengganti Sebagian?

Kalau yang membuat atap Anda terlihat belang sebenarnya cuma sebagian keping, mengganti bagian itu sering lebih murah dan lebih tahan lama daripada mengecat seluruhnya. UD Pelita Emas Jaya di Jl. Raya Kedawung 99, Ngijo, Karang Ploso, Malang, mencetak sendiri genteng beton Multiline, Multiline Ladja, Urat Batu, Vertikal, dan Royal Natural sejak lebih dari tiga puluh tahun, dan melayani pembelian eceran sampai jumlah kecil. Kirimkan foto atap Anda dari jauh dan foto satu keping dari dekat lewat WhatsApp; kami sampaikan apa adanya apakah masih ada model yang cocok dan berapa kira-kira yang perlu diganti. Daftar model dan warnanya bisa dilihat di halaman jual genteng beton kami.

Tinggalkan komentar