Mengganti Atap Asbes atau Seng dengan Genteng Beton: Yang Wajib Dihitung Ulang

Rangka kuda-kuda baja ringan terpasang, dilihat dari bawah sepanjang bentang atap.

Pertanyaan ini masuk hampir setiap minggu, biasanya dengan kalimat yang mirip: rumah saya sekarang atapnya asbes, kalau mau diganti genteng beton kira-kira butuh berapa biji. Angka kebutuhan memang gampang dijawab. Yang sering tidak ditanyakan justru bagian yang jauh lebih menentukan, yaitu apa yang harus berubah di bawah gentengnya.

Mengganti penutup atap yang ringan dengan yang berat bukan sekadar mengganti lapisan paling atas. Ini pekerjaan yang menyentuh rangka, kemiringan, dan kadang tumpuan di dinding. Tulisan ini berisi hal-hal yang perlu dihitung ulang, ditulis dari sisi orang yang sering menerima pertanyaan susulan setelah gentengnya sudah telanjur dibeli.

Selisih Bobotnya Bukan Selisih Kecil

Semua keputusan dalam pekerjaan ini berangkat dari satu angka. Genteng beton yang kami cetak beratnya sekitar 4,2 kilogram per keping, dan bidang atap dengan sepuluh keping per meter persegi berarti sekitar 42 kilogram per meter persegi. Untuk model Royal Natural yang butuh dua belas keping, angkanya naik ke sekitar 50 kilogram per meter persegi.

Penutup atap lembaran seperti asbes gelombang atau seng berada di kelas yang sama sekali berbeda. Bobotnya per meter persegi hanya sebagian kecil dari angka di atas, dan itulah sebabnya rangka untuk atap lembaran biasanya dibuat jauh lebih ringan, dengan gording berjarak lebar dan tanpa reng sama sekali.

Coba terjemahkan ke rumah nyata. Bidang atap 120 meter persegi dengan genteng beton berarti sekitar 1.200 keping, dan bobot gentengnya saja sudah sekitar lima ton. Beban sebesar itu ditanggung terus-menerus, siang malam, bertahun-tahun. Rangka yang dulu dirancang untuk lembaran ringan tidak pernah diperhitungkan untuk menerima tambahan sebesar ini.

Rangka Lama Hampir Tidak Pernah Bisa Dipakai Apa Adanya

Ini bagian yang paling sering ditolak orang saat pertama kali mendengarnya, karena harapannya memang cukup mengganti bagian atas saja. Tapi kenyataannya, rangka atap asbes atau seng dibangun dengan logika yang berbeda. Kuda-kudanya lebih jarang, batangnya lebih kecil, dan jarak antar gording disesuaikan dengan panjang lembaran, bukan dengan jarak kaitan genteng.

Ada satu hal lagi yang sering luput: atap lembaran tidak memerlukan reng sama sekali, karena lembarannya cukup panjang untuk menjangkau beberapa gording. Genteng beton wajib punya reng, karena kaitan di sisi bawah keping harus menyangkut di batang reng. Jadi selain memperkuat rangka, ada satu lapis pekerjaan baru yang harus ditambahkan.

Yang saya sarankan sebelum apa pun dibeli adalah meminta orang yang paham struktur memeriksa rangka yang ada, bukan menaksir dari bawah. Kadang hasilnya rangka masih bisa dipertahankan dengan penambahan batang dan perkuatan sambungan. Lebih sering hasilnya rangka perlu diganti. Keduanya jauh lebih murah diketahui sekarang daripada setelah genteng menumpuk di halaman.

Jarak Reng Menentukan Model, Bukan Sebaliknya

Karena reng akan dipasang baru, ini justru kesempatan yang menguntungkan Anda: pilihan model masih terbuka lebar. Yang perlu dihindari adalah memasang reng dulu dengan jarak yang biasa dipakai tukang, lalu baru datang ke toko. Begitu reng terpasang, pilihan model mengecil menjadi satu atau dua.

Angka jarak rengnya berbeda antar model. Multiline, Multiline Ladja, dan Urat Batu berada di kisaran 25,5 sampai 27 sentimeter. Royal Natural sekitar 30 sentimeter. Vertikal berbeda sendiri di kisaran 33 sampai 35 sentimeter. Perbedaan beberapa sentimeter itu berlaku untuk setiap baris di seluruh bidang, jadi pengaruhnya ke jumlah batang reng cukup besar.

Urutan yang benar: tentukan modelnya lebih dulu, catat jarak rengnya, baru serahkan angka itu ke pemasang rangka. Kalau Anda memberikan angka yang salah atau tidak memberikan angka sama sekali, yang akan terjadi adalah reng dipasang menurut kebiasaan, dan genteng yang sudah Anda pilih belum tentu duduk dengan benar di atasnya.

Baca Juga : Cara Tepat Menghitung Kebutuhan Rangka Atap Baja Ringan untuk Genteng Beton

Kemiringan Atap Lama Sering Terlalu Landai

Ini persoalan kedua yang paling sering muncul dan paling sering diremehkan. Atap asbes dan seng bisa bekerja pada kemiringan yang landai, karena lembarannya panjang dan sambungannya sedikit. Genteng beton bekerja dengan ribuan sambungan antar keping, dan setiap sambungan hanya aman kalau air mengalir turun dengan cukup cepat.

Patokan yang kami sarankan sekitar 35 derajat. Kalau atap lama Anda jauh lebih landai dari itu, memasang genteng beton di atasnya berarti mengundang rembes, terutama saat hujan deras yang disertai angin. Air yang mengalir lambat punya waktu lebih lama untuk menyusup ke celah sambungan, dan angin membantunya bergerak naik.

Menaikkan kemiringan berarti mengubah tinggi kuda-kuda, dan itu pekerjaan yang lebih besar lagi. Karena itu, kemiringan atap lama sebaiknya diukur sejak awal, sebelum membicarakan model dan warna. Kalau ternyata terlalu landai dan menaikkannya tidak memungkinkan, jujur saja bahwa penutup atap lembaran mungkin memang pilihan yang lebih tepat untuk bangunan tersebut.

Kemiringan Naik, Luas Bidang Ikut Bertambah

Akibat yang jarang diperhitungkan orang: kalau kemiringan atap dinaikkan, luas bidang atapnya bertambah meski denah rumahnya tidak berubah sesenti pun. Bidang miring selalu lebih luas daripada bidang datar yang ditutupinya, dan makin curam sudutnya, makin besar selisihnya.

Konsekuensinya langsung terasa di anggaran. Jumlah keping naik, jumlah batang reng naik, dan luas rangka juga bertambah. Orang yang menghitung kebutuhan berdasarkan luas atap lamanya yang landai akan mendapati barangnya kurang, dan kekurangan itu baru ketahuan saat pemasangan sudah berjalan.

Karena itu hitunglah kebutuhan dari bidang atap yang baru, bukan dari yang lama. Kalau Anda belum tahu angka pastinya, sebutkan saja ukuran denah dan rencana kemiringannya; kebutuhan keping bisa dihitungkan dari situ. Ini juga saat yang tepat untuk memasukkan cadangan, karena pekerjaan penggantian selalu menghasilkan lebih banyak potongan daripada pemasangan di rumah baru.

Bidang atap genteng beton warna gelap yang sudah terpasang, barisannya terlihat lurus dari dekat.

Yang Terjadi kalau Rangka Dipaksa

Kegagalan pada kasus seperti ini jarang terjadi seketika. Atap tidak runtuh besok pagi setelah genteng dipasang. Yang terjadi jauh lebih pelan dan justru karena itu lebih berbahaya, karena tidak ada yang menyadarinya sampai kerusakannya sudah menyebar.

Gejala pertama biasanya berupa lendutan pada bidang atap. Dilihat dari kejauhan, garis punggung atap yang tadinya lurus mulai melengkung sedikit di tengah. Karena rangkanya melendut, jarak antar reng berubah, tumpangan antar keping berkurang di beberapa tempat, dan barisan genteng mulai tampak tidak sejajar.

Gejala berikutnya adalah bocor yang berpindah-pindah dan sulit dilacak, karena penyebabnya bukan satu titik melainkan geometri bidang yang berubah. Di tahap ini, mengganti beberapa keping tidak menyelesaikan apa pun. Yang harus diperbaiki adalah rangkanya, dan memperbaiki rangka setelah genteng terpasang berarti membongkar seluruh penutup atapnya lebih dulu.

Tumpuan di Dinding dan Bagian yang Menerima Beban

Beban tambahan tidak berhenti di rangka. Rangka meneruskannya ke tumpuan, dan tumpuan meneruskannya ke dinding serta pondasi. Pada rumah yang dibangun bertahap tanpa perhitungan struktur, kadang ditemukan dinding pemikul yang tidak punya balok pengikat memadai di bagian atasnya.

Ini bukan berarti setiap rumah lama tidak sanggup. Banyak rumah tembok yang justru sangat kuat dan sejak awal memang dirancang untuk atap berat. Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa pemeriksaannya harus benar-benar dilakukan, bukan diasumsikan. Perbedaannya terlalu besar untuk ditebak dari tampilan luar.

Kalau bangunannya berupa tambahan seperti dapur belakang atau garasi yang dindingnya tipis dan tanpa kolom, berhati-hatilah. Bagian bangunan seperti ini sering dibuat seadanya karena memang hanya dibebani atap ringan. Menggantinya dengan genteng beton menuntut perkuatan yang kadang biayanya melebihi manfaatnya.

Baca Juga : Kemiringan Atap untuk Genteng Beton: Berapa Derajat yang Benar-Benar Aman?

Biaya yang Sering Tidak Masuk Anggaran

Kebanyakan orang menyusun anggaran hanya dari harga genteng dikali jumlah keping. Padahal pada pekerjaan penggantian, harga genteng sering bukan komponen terbesar. Ada pembongkaran atap lama, pembuangan puingnya, rangka baru atau perkuatan rangka lama, batang reng yang sebelumnya tidak ada, dan upah pemasangan yang lebih lama karena bekerja di atas bangunan yang sudah dihuni.

Ada juga biaya yang sifatnya bukan uang tapi tetap terasa: rumah harus dikosongkan sebagian, perabot ditutup, dan pekerjaan bergantung cuaca. Bekerja di rumah yang ditinggali membuat semuanya lebih lambat, dan kelambatan itu berbanding lurus dengan upah harian.

Untuk atap lama berbahan asbes, ada satu urusan tambahan yang sebaiknya tidak diabaikan: cara membongkar dan membuangnya. Lembaran asbes sebaiknya dilepas utuh, tidak dipecah atau digergaji sembarangan, karena yang berbahaya adalah serat halus yang beterbangan saat bahan itu dihancurkan. Simpan utuh, tutup, lalu buang mengikuti aturan setempat, bukan dibiarkan menumpuk dan pecah di halaman.

Urutan Kerja Supaya Rumah Tidak Kehujanan

Pertanyaan yang selalu muncul: kalau atap lama dibongkar, rumahnya terbuka berapa lama. Jawabannya bergantung pada cara pekerjaan dibagi. Yang paling aman adalah mengerjakan per bidang atau per bagian, bukan membongkar seluruh atap sekaligus lalu mulai memasang dari nol.

Susunan yang biasa dipakai: siapkan seluruh material di lokasi lebih dulu, termasuk genteng, reng, dan aksesorinya. Baru setelah semuanya siap, bongkar satu bidang, perkuat atau ganti rangkanya, pasang reng, lalu langsung tutup dengan genteng sampai selesai sebelum berpindah ke bidang berikutnya.

Karena itu, pada pekerjaan penggantian, barang justru sebaiknya sudah lengkap di lokasi sebelum bongkar dimulai. Ini berbeda dari pembangunan rumah baru, di mana genteng biasanya didatangkan mendekati waktu pemasangan. Kekurangan satu jenis aksesori pada pekerjaan penggantian berarti ada bidang atap yang menunggu dalam keadaan terbuka.

Kalau Hanya Sebagian Bidang yang Diganti

Sebagian orang ingin mengganti bagian depan saja supaya tampilan rumah berubah, sementara bagian belakang tetap memakai lembaran lama. Secara teknis ini bisa dilakukan, asalkan setiap bidang berdiri sendiri dan pertemuan antara dua jenis penutup atap ditangani dengan benar.

Titik pertemuannya adalah bagian yang perlu perhatian ekstra. Dua bahan dengan ketebalan dan cara pemasangan yang berbeda tidak bisa disambung begitu saja; biasanya perlu penutup atau talang di garis pertemuan. Kalau bagian itu dikerjakan asal tutup, di situlah bocor akan muncul pada hujan deras pertama.

Yang juga perlu diingat, bidang yang diganti akan mendapat rangka dan reng baru, sementara bidang tetangganya tidak. Bedanya akan terlihat dari dalam ruangan kalau plafonnya belum ada. Sebagian orang tidak mempermasalahkan ini, sebagian merasa terganggu, dan lebih baik mengetahuinya sejak awal daripada setelah pekerjaan selesai.

Tepi Atap, Talang, dan Lisplang Ikut Berubah

Bagian tepi atap adalah tempat perbedaan dua jenis penutup atap paling terasa, dan bagian ini hampir selalu terlewat saat menyusun daftar belanja. Atap lembaran biasanya dibiarkan menjorok begitu saja, dengan ujung bergelombang yang menggantung di atas talang. Genteng beton berhenti dengan barisan keping, dan barisan itu menuntut penyelesaian tepi yang berbeda.

Di sinilah lisplang masuk. Fungsinya menutup ujung reng dan usuk yang kini terlihat, sekaligus merapikan garis bawah atap yang paling sering dipandang orang dari halaman. Kebutuhannya sekitar 4 biji per meter panjang tepi atap, dan angka ini sering tidak masuk anggaran karena pada atap lembaran memang tidak ada padanannya.

Posisi talang juga perlu ditinjau ulang. Titik jatuhnya air berubah karena ketebalan penutup atap berbeda dan panjang tritisan sering ikut disesuaikan saat rangka dikerjakan ulang. Talang yang posisinya tidak digeser membuat air jatuh di luar mulut talang saat hujan deras, dan itu terlihat seperti bocor padahal atapnya baik-baik saja.

Sekalian pastikan aksesori lain sudah masuk hitungan: wuwung untuk punggung atap, wuwung tiga arah untuk titik pertemuan, dan ujung jurai kalau atapnya punya jurai. Semuanya harus semodel dengan genteng bidangnya. Ini bagian yang paling sering menyusul belakangan, dan menyusul berarti satu perjalanan pengiriman lagi untuk barang yang jumlahnya sedikit.

Yang Berubah Setelah Atapnya Diganti

Perubahan yang paling cepat dirasakan biasanya bukan tampilan, melainkan suara. Hujan di atas lembaran tipis menghasilkan bunyi yang jauh lebih keras karena lembarannya bergetar seperti membran. Genteng beton yang tebal dan berat tidak bergetar dengan cara yang sama, sehingga suara hujan terdengar jauh lebih teredam dari dalam rumah.

Perubahan kedua berkaitan dengan panas. Bahan yang tebal dan bermassa besar membutuhkan waktu lebih lama untuk menghantarkan panas ke bawahnya dibanding lembaran tipis. Perbedaannya paling terasa di siang hari terik, terutama pada ruangan yang tidak berplafon. Ini bukan pendingin ruangan, tapi bedanya cukup nyata untuk disadari penghuni.

Perubahan ketiga bersifat jangka panjang: penutup atap yang bisa diganti per keping. Kalau ada bagian yang rusak, Anda mengganti satu atau dua keping, bukan satu lembar besar yang membentang beberapa meter. Karena itu, simpan sisa gentengnya, dan catat nama modelnya. Kalau ingin memahami bahannya lebih menyeluruh, tersedia panduan lengkap tentang genteng beton yang bisa dibaca lebih dulu.

Pertanyaan yang Sering Masuk

Rangka atap asbes bisa langsung dipakai untuk genteng beton?

Hampir tidak pernah bisa apa adanya. Rangka atap lembaran dirancang untuk beban jauh lebih ringan dan biasanya tidak punya reng sama sekali.

Berapa beban tambahannya?

Sekitar 42 kg per meter persegi untuk model dengan 10 keping per m², dan sekitar 50 kg untuk yang 12 keping per m². Atap 120 m² berarti sekitar lima ton.

Kemiringan atap saya landai, masih bisa?

Berisiko. Genteng beton menuntut kemiringan yang cukup, sekitar 35 derajat, agar air mengalir cepat dan tidak menyusup lewat sambungan.

Kenapa kebutuhan gentengnya lebih banyak dari perkiraan?

Karena menaikkan kemiringan menambah luas bidang atap meski denah rumah tidak berubah. Hitung dari bidang baru, bukan bidang lama.

Bagaimana membongkar asbes lama dengan aman?

Lepas utuh, jangan dipecah atau digergaji. Simpan tertutup lalu buang mengikuti aturan setempat; yang berbahaya adalah serat halus dari bahan yang dihancurkan.

Rumah terbuka berapa lama saat penggantian?

Tidak perlu lama kalau dikerjakan per bidang: bongkar satu bidang, perkuat rangka, pasang reng, tutup dengan genteng, baru pindah bidang.

Boleh mengganti sebagian bidang saja?

Boleh, asal tiap bidang berdiri sendiri dan garis pertemuan dua jenis penutup atap ditangani dengan penutup atau talang yang benar.


Rencanakan Dulu, Baru Beli Gentengnya

Kirimkan ukuran atap dan rencana kemiringannya, nanti kami hitungkan kebutuhan keping beserta jarak rengnya supaya bisa diteruskan ke pemasang rangka. UD Pelita Emas Jaya di Jl. Raya Kedawung 99, Ngijo, Karang Ploso, Malang, mencetak sendiri genteng beton beserta wuwung, lisplang, dan ujung jurainya sejak lebih dari tiga puluh tahun, melayani eceran maupun grosir, dan mengirim ke Malang Raya serta luar kota.

Tinggalkan komentar