Paving Block di Atas Dak Beton Lantai Dua: Beban, Lapisan Kedap Air, dan Ketinggian Pintu

Beberapa tahun terakhir permintaan ini makin sering masuk, terutama dari rumah-rumah di dalam kota yang lahannya sempit. Dak beton di lantai dua mau dijadikan tempat jemur, tempat duduk sore, atau rooftop kecil, dan pemiliknya ingin lantainya pakai paving. Alasannya masuk akal: tidak licin, tidak panas menyengat seperti keramik, dan kalau ada kebocoran, kepingnya bisa diangkat.

Alasan-alasan itu benar semua. Tapi memasang paving block di atas dak beton lantai dua sama sekali bukan pekerjaan yang sama dengan memasangnya di halaman, walaupun kelihatannya mirip. Di halaman, yang di bawah hamparan adalah tanah yang tidak peduli kalau basah. Di atas dak, yang di bawah hamparan adalah plafon kamar orang. Kesalahan yang di halaman hanya berarti genangan, di atas dak berarti air menetes di atas tempat tidur.

Saya menulis ini karena beberapa kali barang kami dipakai untuk pekerjaan semacam ini, dan dua di antaranya bermasalah, keduanya karena hal yang sama sekali tidak berhubungan dengan pavingnya. Hal-hal itulah yang ingin saya sampaikan lebih dulu, sebelum bicara soal keping.

Pertanyaan Pertama: Dak Anda Dirancang untuk Menanggung Berapa

Ini yang harus dijawab sebelum memutuskan apa pun, dan sayangnya ini juga yang paling sering dilewati. Paving bukan lantai yang ringan.

Hitungan kasarnya begini, dan angka ini gampang dihafal. Paving tebal 6 sentimeter beratnya sekitar 130 kilogram per meter persegi. Lapisan alas abu batu setebal 3 sentimeter menambah sekitar 50 kilogram lagi. Jadi hamparan paving 6 sentimeter di atas dak menambah beban mati sekitar 180 kilogram per meter persegi. Kalau memakai paving 8 sentimeter, angkanya naik ke sekitar 220 kilogram per meter persegi.

Bandingkan dengan keramik yang dipasang dengan adukan, yang beratnya sekitar 50 sampai 70 kilogram per meter persegi. Paving menambah kira-kira tiga kali lipat. Di atas dak yang luasnya 20 meter persegi, selisihnya sekitar 2,5 ton. Itu bukan angka yang bisa dianggap sepele pada struktur yang sudah berdiri.

Dak rumah tinggal yang dirancang sebagai atap biasanya direncanakan untuk beban hidup yang tidak besar, karena asumsinya cuma diinjak sesekali untuk perawatan. Dak yang memang direncanakan sebagai lantai atau teras atas kapasitasnya lain lagi. Bedanya besar, dan yang tahu jawabannya bukan saya, melainkan gambar strukturnya atau orang yang membangunnya.

Jadi saran saya jelas, dan saya sampaikan ke setiap pembeli yang menyebut kata “dak”: tanyakan dulu ke yang membangun rumahnya, atau minta orang yang mengerti struktur untuk melihat. Kalau daknya dibuat memang untuk atap saja, jangan dipaksakan. Ada jalan tengah yang saya bahas di bagian bawah tulisan ini.

Baca Juga : Ketebalan Paving Block 6 cm, 8 cm, dan 10 cm: Kapan Perlu Naik Tebal

Lapisan Kedap Air Harus Selesai Lebih Dulu, dan Harus Diuji

Dari dua pekerjaan yang saya sebut bermasalah tadi, keduanya bocor bukan karena pavingnya, tapi karena lapisan kedap airnya dikerjakan asal-asalan atau langsung ditimbun tanpa diuji. Dan begitu paving sudah terpasang, mencari titik bocornya jadi pekerjaan yang sangat tidak menyenangkan.

Yang perlu dipahami: hamparan paving itu tidak kedap air. Sama sekali tidak. Air hujan akan masuk lewat nat dan sampai ke permukaan dak di bawahnya, dan memang begitu seharusnya. Yang menahan air supaya tidak masuk ke dalam rumah adalah lapisan kedap di permukaan dak, bukan pavingnya. Paving hanya lantai injak di atasnya.

Karena itu urutannya tidak bisa ditawar. Lapisan kedap air dikerjakan dulu, naik ke dinding sekelilingnya minimal 20 sentimeter, dan disambung rapi di sekeliling lubang pembuangan. Lalu diuji genang: seluruh permukaan digenangi air setinggi beberapa sentimeter, lubang buang disumbat, dibiarkan dua puluh empat jam penuh, dan plafon di bawahnya diperiksa. Baru setelah itu paving boleh masuk.

Uji genang ini sering dilewati karena menunda pekerjaan sehari. Saya selalu bilang, menunda sehari jauh lebih murah daripada membongkar hamparan paving 20 meter persegi untuk mencari satu retak rambut di sudut.

Satu hal lagi yang penting: lapisan kedap air perlu dilindungi sebelum ditimbun. Abu batu yang ditabur langsung di atasnya, lalu diinjak-injak tukang dan digeser-geser sekop, bisa menggores lapisan itu. Lembaran pelindung tipis di antaranya menyelesaikan masalah ini dengan biaya yang kecil sekali dibanding risikonya.

Paving block 10,5 x 21 cm abu halus tebal 6 cm, ukuran yang paling ringan dan mudah diangkat satu tangan untuk lantai dak

Kemana Airnya Pergi: Soal yang Tidak Ada di Halaman

Di halaman, air yang masuk lewat nat akan meresap ke tanah dan selesai urusannya. Di atas dak, air itu terjebak di antara lapisan kedap air dan bawah keping paving. Ia harus punya jalan keluar, dan jalan keluarnya harus direncanakan.

Kalau tidak, yang terjadi adalah lapisan alas jadi jenuh air terus-menerus. Akibatnya berurutan: alas yang selalu basah jadi lunak dan keping mulai turun tidak rata, lumut tumbuh di nat dan di sela-sela keping sepanjang tahun, dan di bagian yang paling lama basah muncul noda putih di permukaan paving yang tidak hilang-hilang.

Tiga hal yang harus ada, dan ketiganya dikerjakan sebelum paving datang:

  • Kemiringan pada permukaan dak, bukan pada permukaan paving. Ini yang paling sering terbalik. Orang meratakan dak lalu membuat kemiringan dengan menebalkan abu batu di satu sisi. Hasilnya, air yang sampai ke lapisan kedap tetap menggenang karena permukaan kedapnya sendiri datar. Kemiringan harus ada di lapisan paling bawah, minimal satu persen ke arah lubang buang.
  • Lubang buang yang mengambil air dari dua tinggi. Lubang buang biasa hanya mengambil air dari permukaan atas. Yang dibutuhkan di sini adalah lubang yang juga bisa mengalirkan air dari lapisan bawah, di setinggi lapisan kedap air. Dalam praktiknya ini dibuat dengan memberi rongga berisi kerikil kasar di sekeliling mulut lubang buang, terbungkus lembaran penyaring agar abu batu tidak ikut hanyut dan menyumbat.
  • Lubang buang cadangan di sisi dinding. Satu lubang buang saja terlalu berisiko. Kalau tersumbat daun dan tidak ada yang menyadari, air akan menumpuk di atas dak, dan berat air setinggi lima sentimeter saja di atas 20 meter persegi itu satu ton. Lubang cadangan di dinding sekitar lima sentimeter di atas permukaan lantai adalah pengaman yang murah sekali.

Baca Juga : Air di Area Paving Block: Genangan, Resapan, dan Ke Mana Airnya Pergi

Ketinggian Pintu: Ukuran yang Menentukan Semuanya

Ini masalah praktis yang paling sering baru disadari setelah barang datang, dan kalau sudah telat, jalan keluarnya tidak ada yang menyenangkan.

Hitung tumpukan lapisannya dari permukaan dak yang ada sekarang: lapisan kedap air sekitar setengah sampai satu sentimeter, lembaran pelindung tipis, alas abu batu 3 sentimeter, lalu keping 6 sentimeter. Totalnya kira-kira 10 sentimeter. Kalau pakai keping 8 sentimeter, jadi sekitar 12 sentimeter.

Sekarang ukur berapa jarak dari permukaan dak sekarang ke ambang bawah pintu yang menuju ke dak itu. Di banyak rumah, jaraknya kurang dari 10 sentimeter, dan beberapa bahkan rata. Artinya setelah paving terpasang, permukaan lantai atas jadi lebih tinggi daripada ambang pintu, dan air hujan akan mengalir masuk ke dalam rumah setiap kali hujan besar.

Ini harus diukur sebelum memesan barang, bukan sesudah. Kalau ruangnya kurang, pilihannya begini, dari yang paling saya sarankan ke yang paling terakhir:

  • Buat saluran kecil selebar telapak tangan persis di depan ambang pintu, ditutup kisi, tersambung ke lubang buang. Ini menyelesaikan masalah tanpa mengubah ketinggian mana pun, dan biayanya kecil.
  • Turunkan ketinggian hamparan di jalur dekat pintu dengan menipiskan alas dan memberi kemiringan menjauh dari pintu, sambil tetap menjaga tinggi di sisa area.
  • Pakai keping yang lebih tipis khusus untuk teras atas. Untuk lantai yang hanya diinjak orang, tidak ada gunanya memakai keping tebal. Ini sekaligus mengurangi beban ke struktur.
  • Naikkan ambang pintu. Pekerjaan paling merepotkan dan paling mahal, dan biasanya hanya masuk akal kalau pintunya memang mau diganti.

Memilih Keping untuk Dak: Prioritasnya Terbalik

Di halaman, urutan pertimbangan biasanya kekuatan dulu, baru tampilan. Di atas dak, urutannya berubah, dan beberapa hal yang biasanya penting jadi tidak penting sama sekali.

Kuat tekan hampir tidak jadi soal. Beban paling berat yang akan lewat di atas rooftop rumah adalah orang, jemuran, dan mungkin meja kursi. Paving mutu paling rendah pun berlebihan untuk beban seperti itu. Jangan mau dijual tebal 8 sentimeter dengan alasan kekuatan untuk lantai dak yang cuma diinjak, karena yang Anda tambah hanyalah beban ke struktur.

Berat jadi pertimbangan utama. Ini kebalikan dari halaman. Setiap sentimeter tebal yang bisa dikurangi berarti sekitar 22 kilogram per meter persegi yang tidak dibebankan ke balok di bawahnya. Untuk dak, lebih tipis itu keunggulan, bukan kekurangan.

Ukuran keping sebaiknya yang bisa diangkat satu tangan. Ini soal yang akan Anda syukuri belakangan. Lantai dak itu lantai yang kemungkinan besar akan dibuka lagi, entah karena bocor, karena mau pasang pipa, atau karena lubang buang tersumbat. Keping ukuran 10,5 x 21 bisa dicongkel dan diangkat sendirian tanpa alat. Keping 50 x 50 tidak.

Warna terang lebih masuk akal di sini daripada di halaman. Dak adalah permukaan yang kena matahari penuh sepanjang hari tanpa naungan apa pun, dan panasnya masuk ke ruangan di bawahnya. Warna abu terang memantulkan lebih banyak daripada hitam, dan bedanya terasa di kamar lantai dua. Ini salah satu keuntungan paving yang jarang disebut: ia memberi rongga udara dan lapisan massa di atas dak, yang membuat ruangan di bawah terasa lebih sejuk daripada dak telanjang.

Baca Juga : Paving Block yang Panas dan Menyilaukan: Warna, Bayangan, dan Area Kaki Telanjang

Paving block abu halus warna terang yang memantulkan panas, pilihan warna untuk lantai dak yang kena matahari penuh sepanjang hari

Yang Berubah Saat Memasang: Tanpa Stamper, Tanpa Kanstin Pancang

Tukang yang biasa memasang paving di halaman perlu diberi tahu dua hal sebelum mulai, karena dua kebiasaan lapangannya justru berbahaya di atas dak.

Stamper getar tidak boleh dipakai. Getarannya diteruskan ke pelat beton dan bisa merusak lapisan kedap air di bawahnya, selain memberi beban kejut ke struktur. Pemadatan di atas dak dilakukan dengan cara lain: alas diratakan dengan jidar dengan teliti, lalu keping diketok satu per satu dengan palu karet. Lebih lambat, memang, tapi luasnya juga tidak seberapa.

Pengunci tepi tidak bisa dipancang. Di halaman, baris tepi dikunci kanstin yang ditanam ke tanah. Di atas dak, tidak ada yang bisa ditanam. Untungnya di sini masalahnya lebih ringan, karena dinding parapet di sekeliling dak sudah berfungsi sebagai pengunci alami. Yang perlu diperhatikan justru sudut dan sisi yang tidak berdinding, misalnya di tepi tangga atau di mulut pintu, dan di situ kanstin kecil bisa ditahan dengan adukan tipis, bukan dipancang.

Ada satu catatan lagi yang bersifat praktis: beri celah sekitar satu sentimeter antara baris paving terluar dan dinding parapet, jangan dirapatkan mati. Pelat beton dan dinding memuai berbeda karena panas matahari, dan celah itu memberi ruang. Kalau dirapatkan, yang terjadi setelah beberapa musim adalah keping tepi terangkat sedikit atau tepi dindingnya yang retak. Celah itu diisi pasir nat seperti nat lainnya, dan dari atas tidak terlihat bedanya.

Kalau Daknya Ternyata Tidak Kuat

Ini bukan jalan buntu, dan saya lebih senang orang sampai ke kesimpulan ini sebelum membeli daripada sesudah. Ada beberapa jalan tengah yang sering dipakai.

  • Paving hanya di jalur yang dipakai, bukan seluruh bidang. Jalur selebar satu setengah meter dari pintu ke area jemur sudah menyelesaikan kebutuhan sehari-hari, dengan beban sepertiga dari menutup seluruh dak. Sisanya dibiarkan sebagai dak dengan lapisan pelindung biasa.
  • Kurangi tebal sekaligus tipiskan alas. Keping tipis di atas alas 2 sentimeter bisa menurunkan beban ke sekitar 130 kilogram per meter persegi, turun cukup jauh dari 180.
  • Letakkan beban di atas garis balok, bukan di tengah bentang. Kalau memang hanya sebagian yang dipaving, letakkan bagian itu di sepanjang tepi dinding pemikul, bukan di tengah pelat. Tempat yang sama, beban yang sama, tapi lenturannya jauh berbeda.
  • Pertimbangkan bahwa keramik luar ruangan mungkin lebih tepat. Saya menjual paving, tapi saya tidak akan menyarankannya untuk dak yang jelas-jelas tidak dirancang menanggungnya. Menambah 2,5 ton di atas pelat yang dibuat sebagai atap bukan penghematan.

Merawat Lantai Paving di Atas Dak

Perawatannya sedikit berbeda dari halaman, terutama karena satu hal: apa pun yang hanyut di atas dak akan berakhir di lubang buang, dan lubang buang yang tersumbat di lantai dua konsekuensinya jauh lebih serius daripada genangan di halaman.

  • Periksa lubang buang sebelum musim hujan dan sekali di tengah musim. Angkat kisinya, bersihkan. Ini lima menit yang mencegah masalah paling mahal di seluruh daftar ini.
  • Jangan pernah menyemprot dengan tekanan tinggi. Di halaman ini hanya membuang pasir nat. Di atas dak, pasir yang terbuang akan masuk ke lubang buang dan mengendap di pipa tegak, dan mengeluarkannya dari sana bukan pekerjaan mudah. Sapu dan air biasa sudah cukup.
  • Periksa nat setahun sekali. Nat di dak lebih cepat berkurang daripada di halaman karena air mengalir di dalam lapisan alas, bukan meresap ke bawah.
  • Perhatikan lumut di sisi yang jarang kena matahari. Sudut yang terhalang dinding parapet akan lembap lebih lama, dan lantai berlumut di lantai dua itu berbahaya karena orang biasanya berjalan lebih cepat di lantai yang dikiranya kering.
  • Simpan beberapa keping cadangan dari batch yang sama. Suatu saat sebagian akan dibuka untuk perbaikan, dan keping yang patah saat dicongkel itu biasa terjadi.

Pertanyaan yang Sering Masuk

Berapa berat tambahan paving di atas dak?

Sekitar 180 kg per meter persegi untuk keping 6 cm berikut alasnya, atau sekitar tiga kali lipat berat keramik. Tanyakan kapasitas dak ke yang membangunnya sebelum memutuskan.

Apakah paving bisa membuat dak bocor?

Paving tidak kedap air dan memang tidak dimaksudkan begitu. Yang menahan air adalah lapisan kedap di permukaan dak. Kerjakan dan uji genang 24 jam sebelum paving dipasang.

Tebal berapa yang tepat untuk lantai dak?

Yang paling tipis yang tersedia. Bebannya hanya orang dan jemuran, jadi menambah tebal hanya menambah beban ke struktur tanpa manfaat.

Boleh dipadatkan dengan stamper getar?

Tidak. Getarannya merusak lapisan kedap air dan memberi beban kejut ke pelat. Ratakan alas dengan jidar, lalu ketok keping dengan palu karet.

Bagaimana kalau ambang pintu jadi lebih rendah dari lantai?

Buat saluran kecil berkisi di depan ambang yang tersambung ke lubang buang. Ukur jarak ini sebelum memesan, karena tumpukan lapisannya sekitar 10 cm.

Perlu berapa lubang buang?

Minimal dua: satu utama yang bisa mengalirkan air dari lapisan bawah, dan satu cadangan di dinding sekitar 5 cm di atas lantai untuk berjaga kalau yang utama tersumbat.


Mau Memasang Paving di Dak atau Rooftop?

Kirim ukuran dak, jarak dari permukaan dak ke ambang pintu, dan letak lubang buangnya. Dari situ bisa dibantu memperkirakan tambahan beban per meter persegi, memilih keping yang paling ringan untuk kebutuhan itu, dan menghitung kebutuhan barangnya. UD Lancar Berkah Jaya Beton di Jl. Raya Kedawung 99, Ngijo, Karang Ploso, Malang, mencetak sendiri paving block, kanstin, dan genteng betonnya.

Tinggalkan komentar