Paving Block Goyang dan Berbunyi Saat Diinjak: Membaca Penyebabnya Keping demi Keping

Keluhan ini jarang datang dalam bentuk “paving saya rusak”. Biasanya datang dalam bentuk suara. Seorang pembeli menelepon dan bilang, setiap kali mobilnya masuk carport ada bunyi “tek-tek” dari bawah roda. Yang lain bilang ada satu keping di depan pintu yang berbunyi “klotak” setiap diinjak, dan anaknya sekarang sengaja menginjaknya bolak-balik karena senang mendengar suaranya.

Suara itu sebenarnya pesan yang berguna. Keping paving block yang terpasang benar tidak bersuara, karena setiap keping duduk mantap di atas alasnya dan terjepit rapat oleh keping di sekelilingnya. Kalau ada bunyi, berarti salah satu dari dua hal itu sudah tidak terjadi, dan membaca dari mana bunyinya datang bisa menghemat banyak biaya perbaikan. Tulisan ini merangkum cara kami membaca keping yang goyang dan berbunyi, dari kunjungan ke lokasi pembeli yang mengeluhkan hal ini.

Kenapa Keping yang Goyang Menghasilkan Bunyi

Bunyi muncul ketika ada ruang kosong kecil, entah di bawah keping atau di sampingnya. Saat diinjak, keping bergerak turun atau miring beberapa milimeter, lalu membentur sesuatu: batu kerikil di alas, tepi keping sebelah, atau keping itu sendiri kembali ke posisinya saat beban diangkat. Benturan beton dengan beton atau beton dengan batu itulah yang terdengar.

Karena itu, jenis bunyinya sering memberi petunjuk. Bunyi “klotak” yang tumpul dan terasa di telapak kaki biasanya berasal dari keping yang bergoyang di atas alas yang tidak rata, seperti meja berkaki pincang. Bunyi “tek” yang lebih tajam dan terdengar saat roda lewat biasanya berasal dari tepi keping yang saling beradu karena natnya kosong. Bunyi berderak halus seperti pasir terinjak berarti ada butiran lepas di bawah keping yang ikut bergeser.

Membedakan ketiganya tidak butuh alat. Cukup injak keping dengan tumit di tiap sudutnya bergantian, lalu dengarkan dan rasakan. Keping yang miring ke satu sudut saat diinjak di sudut itu, lalu kembali saat diangkat, hampir pasti punya masalah di alasnya.

Penyebab Pertama: Alas yang Tidak Rata di Bawah Satu Keping

Ini penyebab yang paling sering kami temukan, terutama untuk keping yang goyang sendirian di tengah hamparan yang lain-lainnya mantap. Saat tukang meratakan lapisan pasir atau abu batu di atas alas, ada bagian yang sedikit lebih tinggi atau ada kerikil yang tidak tersaring. Keping yang diletakkan di atasnya duduk di tiga titik, bukan di seluruh permukaan bawahnya.

Waktu baru dipasang dan dipadatkan, keping ini mungkin tidak terasa goyang karena natnya masih penuh dan keping sebelah menjepitnya. Setelah beberapa bulan, pasir nat di sekitarnya berkurang sedikit, jepitan melonggar, dan mulai terdengar bunyi. Di titik ini, keping di sekitarnya biasanya masih rata. Masalahnya memang hanya di satu keping itu.

Perbaikannya sederhana dan tidak perlu tukang khusus. Angkat keping yang goyang dengan dua obeng panjang atau pencungkil di dua sisi yang berseberangan. Lihat lapisan di bawahnya, dan hampir selalu ada kerikil atau gundukan kecil. Buang kerikilnya, ratakan pasir dengan penggaris atau sisi papan kecil, tambahkan sedikit pasir kalau perlu, lalu letakkan keping kembali dan ketuk dengan palu karet. Isi natnya lagi sampai penuh. Pekerjaan ini makan waktu sepuluh menit per keping.

Yang perlu dihindari: menambal kekosongan di bawah keping dengan adukan semen. Keping yang dicor di bawahnya menjadi keras dan tidak lagi bergerak bersama hamparan di sekitarnya. Setelah beberapa waktu, justru keping-keping di sekelilingnya yang mulai goyang, dan keping bersemen itu retak karena menahan beban sendirian.

Paving block 20 x 20 cm abu yang didudukkan di atas lapisan alas pasir yang rata, kunci agar keping tidak goyang dan berbunyi saat diinjak

Penyebab Kedua: Nat yang Kosong

Kalau yang berbunyi bukan satu keping, melainkan sekelompok keping di satu area, dan bunyinya “tek-tek” saat roda lewat, periksa natnya. Masukkan ujung obeng ke celah antar keping. Pada hamparan yang sehat, obeng hanya masuk beberapa milimeter sebelum tertahan pasir yang padat. Pada hamparan yang natnya kosong, obeng bisa masuk sampai dua atau tiga sentimeter.

Nat yang kosong membuat setiap keping bebas bergerak ke samping. Saat roda menekan satu keping, keping itu miring sedikit dan tepinya membentur keping sebelah. Bunyinya lebih tajam karena yang beradu adalah tepi beton yang keras. Kalau dibiarkan, tepi-tepi keping mulai gompal kecil-kecil, dan serpihan gompal itu masuk ke nat, membuat bunyinya makin kasar.

Nat bisa kosong karena beberapa hal. Pasir nat tidak diisi ulang setelah pemadatan pertama, padahal pemadatan selalu menurunkan permukaan pasir di celah. Air hujan dari talang yang jatuh langsung ke hamparan mencuci pasir nat. Semut membawa butiran pasir keluar dan menumpuknya di permukaan. Atau pembersihan dengan air bertekanan tinggi yang terlalu dekat ke permukaan.

Perbaikannya adalah mengisi ulang nat dengan pasir halus yang kering, disapu bolak-balik sampai celahnya penuh, lalu dipadatkan lagi dengan alat kalau areanya luas. Pasir harus kering, karena pasir basah menggumpal di permukaan dan tidak turun ke dalam celah. Penjelasan lengkapnya ada di tulisan nat paving block yang kosong dan pengisian ulang.

Baca Juga : Abu Batu atau Pasir untuk Alas dan Nat Paving Block: Beda Kerjanya di Dua Lapisan

Penyebab Ketiga: Barisan Pinggir yang Mulai Membuka

Ada pola goyang yang tidak dimulai dari tengah, melainkan dari tepi. Pembeli biasanya bilang, “awalnya cuma yang di pinggir, sekarang sudah sampai ke tengah.” Ini hampir selalu tanda bahwa pengunci tepi tidak ada, terlalu pendek, atau sudah bergeser.

Hamparan paving bekerja karena setiap keping dijepit oleh keping di sekelilingnya. Barisan paling luar hanya punya tetangga di satu sisi, jadi kekuatannya bergantung pada pengunci tepi. Kalau pengunci tepi tidak ada, barisan luar pelan-pelan terdorong keluar setiap kali ada beban. Celah kecil muncul di antara barisan luar dan barisan kedua. Barisan kedua sekarang kehilangan jepitan dan mulai goyang, dan begitu seterusnya ke arah dalam.

Cara mengeceknya: lihat garis nat di dekat tepi. Kalau nat di tiga atau empat barisan terluar terlihat lebih lebar daripada nat di tengah hamparan, tepinya sedang membuka. Coba juga dorong keping di barisan terluar dengan kaki ke arah luar. Kalau ia bergerak, pengunci tepinya tidak bekerja.

Perbaikan di sini tidak cukup dengan mengisi nat, karena natnya akan membuka lagi. Keping di tepi harus dibongkar beberapa baris, pengunci tepi dipasang atau diperbaiki, lalu keping disusun ulang dan didorong kembali serapat mungkin ke arah tengah sebelum dikunci. Soal pengunci tepi ada di tulisan kanstin sebagai pengunci tepi paving block.

Kanstin kerb beton yang ditanam sebagai pengunci tepi agar barisan paving block di pinggir tidak membuka dan goyang merambat ke tengah

Penyebab Keempat: Keping yang Tebalnya Tidak Sama

Penyebab ini jarang, tapi pernah kami temui dan cukup membingungkan pembeli. Satu atau dua keping terasa goyang, padahal alasnya sudah diratakan ulang dua kali. Setelah keping diangkat dan diukur, ternyata tebalnya berbeda beberapa milimeter dari keping di sekitarnya.

Ini bisa terjadi kalau hamparan dipasang dari campuran dua batch atau dua sumber berbeda, misalnya keping kiriman awal ditambah keping belanja susulan dari toko lain. Keping cetakan press manual juga punya variasi tebal yang lebih besar daripada keping cetakan mesin. Keping yang sedikit lebih tipis, setelah seluruh hamparan dipadatkan, tidak ikut tertekan rata oleh alat pemadat. Ia duduk sedikit lebih rendah dan tidak sepenuhnya menapak.

Keping yang lebih tebal justru sebaliknya: ia menonjol sedikit di atas permukaan dan menerima benturan roda lebih dulu, sehingga lama-lama tepinya pecah atau ia terdorong turun dan miring. Cara mengeceknya: letakkan penggaris panjang atau jidar di atas hamparan melintasi keping yang dicurigai. Kalau ada celah di bawah penggaris di keping sebelahnya, keping yang dicurigai terlalu tebal. Kalau penggaris tidak menyentuh keping itu, ia terlalu tipis.

Perbaikannya adalah menyesuaikan tebal pasir alas di bawah keping itu saja, bukan mengganti seluruh area. Untuk mencegahnya, pesan seluruh kebutuhan dalam satu kali pengiriman kalau memungkinkan, dan sisakan cadangan dari batch yang sama. Pembahasan soal ini ada di toleransi ukuran antar cetakan.

Penyebab Kelima: Yang Ada Jauh di Bawah

Kalau yang goyang bukan satu dua keping tapi sepetak area selebar satu atau dua meter, dan area itu juga terlihat sedikit lebih rendah dari sekitarnya, masalahnya bukan lagi di lapisan pasir. Masalahnya di tanah dasar atau alas batu di bawahnya.

Area seperti ini sering berada di atas bekas galian: jalur pipa air, jalur kabel, bekas septic tank lama, atau bekas lubang yang diurug saat pembangunan. Tanah urug di galian itu turun pelan-pelan, dan keping di atasnya kehilangan dukungan. Mula-mula hanya goyang dan berbunyi, lalu turun membentuk cekungan yang menampung air setiap hujan.

Membongkar satu keping dan meratakan pasirnya tidak menolong di sini. Seluruh area yang turun harus dibongkar, alasnya dipadatkan ulang dari bawah, kalau perlu ditambah batu pecah, baru keping dipasang lagi. Cara membongkar sebagian tanpa merusak sisanya kami tulis di memperbaiki paving yang ambles setempat, dan soal bekas galian pipa ada di pipa, kabel, dan bak kontrol di bawah paving.

Keping yang Goyang Hanya Saat Hujan

Ada satu kasus yang sering membuat pembeli bingung: di musim kemarau semuanya tenang, tapi setiap musim hujan beberapa keping mulai bergoyang dan bahkan terdengar bunyi “cepek” seperti menginjak lumpur. Setelah kering, bunyinya hilang lagi.

Ini tanda air terperangkap di bawah keping. Lapisan pasir di bawahnya jenuh air, kehilangan daya dukung sementara, dan saat keping diinjak, air terdorong keluar dari celah nat sambil membawa butiran halus. Setiap kali kejadian, sedikit butiran halus hilang, dan lama-lama kekosongan di bawah keping jadi permanen. Kalau Anda melihat lumpur halus keluar dari celah nat setelah hujan, itu tanda yang sama.

Penyebab utamanya hampir selalu soal air yang tidak punya jalan keluar: kemiringan hamparan yang kurang, air talang yang dijatuhkan ke satu titik, atau alas yang dibuat dari tanah liat yang tidak meneruskan air ke bawah. Memperbaiki kepingnya saja hanya menunda masalah. Jalur airnya yang harus dibenahi lebih dulu. Tulisan tentang genangan, resapan, dan ke mana airnya pergi membahas ini lebih dalam.

Paving block diagonal abu natural tersusun rapat dengan nat terisi penuh, hamparan yang saling mengunci dan tidak berbunyi saat dilewati roda

Urutan Memeriksa yang Kami Pakai di Lokasi

Kalau diminta datang melihat hamparan yang berbunyi, urutan yang kami pakai kurang lebih seperti ini, dan pemilik rumah bisa melakukannya sendiri sebelum memanggil tukang.

Pertama, tandai semua keping yang berbunyi atau goyang dengan kapur. Jalan pelan di seluruh hamparan, injak setiap keping dengan tumit. Setelah selesai, lihat pola tanda kapurnya dari jauh. Kalau tandanya tersebar acak satu-satu, masalahnya kemungkinan di alas setempat atau di beda tebal keping. Kalau tandanya mengumpul di satu petak, curigai tanah dasar. Kalau tandanya berjajar di sepanjang tepi, curigai pengunci tepi. Kalau tandanya mengikuti jalur roda, curigai nat dan pemadatan.

Kedua, cek nat di beberapa titik dengan obeng, di area yang berbunyi dan di area yang tidak. Bandingkan kedalamannya.

Ketiga, letakkan jidar atau penggaris panjang di atas area yang dicurigai, melintang dan membujur. Celah di bawah penggaris menunjukkan cekungan atau keping yang menonjol.

Keempat, angkat satu keping yang paling parah dan lihat bawahnya. Apakah pasirnya kering atau basah, apakah ada kerikil, apakah lapisannya tebal merata, dan apakah di bawah pasir ada alas batu yang padat atau langsung tanah. Satu keping yang diangkat biasanya sudah menjawab sebagian besar pertanyaan.

Dengan empat langkah ini, sebagian besar kasus bisa digolongkan sebelum tukang mulai membongkar. Itu penting, karena tukang yang langsung membongkar tanpa tahu penyebabnya sering memperbaiki gejala dan meninggalkan penyebabnya.

Kapan Bunyi Masih Bisa Dibiarkan

Tidak semua bunyi perlu diperbaiki segera. Satu keping di taman yang jarang diinjak, yang berbunyi karena ada kerikil di bawahnya, bisa ditunda sampai ada waktu. Hamparan yang baru dipasang dua sampai empat minggu dan mulai ada bunyi di beberapa titik juga sering hanya butuh pengisian nat ulang, karena pasir nat pertama selalu turun setelah hamparan dilewati.

Yang tidak boleh ditunda adalah bunyi di jalur roda mobil dan bunyi yang area goyangnya bertambah dari bulan ke bulan. Keping yang goyang di jalur roda akan pecah tepinya dalam waktu singkat, dan keping pecah di jalur roda merusak keping di sekitarnya. Area goyang yang meluas berarti ada proses yang sedang berjalan, entah tepi yang membuka atau tanah yang turun, dan biaya perbaikannya naik setiap bulan penundaan.

Baca Juga : Paving Block Ambles, Bergelombang, dan Bergeser: Membaca Penyebabnya dari Lapangan

Mencegah Paving Block Berbunyi Sejak Pemasangan

Hampir semua penyebab di atas bisa dicegah di hari pemasangan, dan pencegahannya jauh lebih murah daripada perbaikannya. Dari pengamatan kami, ada empat kebiasaan tukang yang paling menentukan.

Pasir alas disaring dan diratakan dengan jidar di atas rel kayu atau pipa, bukan disebar dan diratakan dengan cangkul. Keping diletakkan tegak lurus ke bawah, tidak diseret di atas pasir, supaya pasir di bawahnya tidak terdorong membentuk gundukan. Pemadatan dilakukan setelah seluruh area tersusun dan dikunci tepinya, lalu nat diisi, lalu dipadatkan lagi, lalu nat diisi lagi. Dan tidak ada kendaraan yang lewat sebelum dua tahap itu selesai.

Pemilik rumah juga bisa berperan. Setelah dua atau tiga minggu hamparan dipakai, sapukan pasir halus kering ke atas seluruh permukaan sekali lagi. Pasir akan turun mengisi nat yang sempat berkurang. Langkah kecil ini, yang hampir tidak pernah dilakukan, mencegah sebagian besar bunyi “tek-tek” yang muncul di tahun pertama. Urutan pemasangan yang lengkap ada di cara memasang paving block agar tidak ambles.

Pertanyaan yang Sering Masuk

Kenapa satu keping berbunyi padahal lainnya tidak?

Biasanya ada kerikil atau gundukan pasir di bawahnya. Angkat, ratakan alasnya, pasang lagi, lalu isi natnya.

Boleh ditambal semen di bawah keping yang goyang?

Sebaiknya tidak. Keping jadi kaku sendiri, mudah retak, dan keping di sekitarnya malah ganti goyang.

Bunyi “tek-tek” saat mobil lewat, apa penyebabnya?

Umumnya nat kosong sehingga tepi keping saling beradu. Isi ulang dengan pasir halus kering lalu padatkan.

Goyangnya mulai dari pinggir, kenapa?

Pengunci tepi tidak ada atau bergeser. Perlu bongkar beberapa baris tepi dan pasang kanstin, bukan hanya isi nat.

Goyang hanya saat musim hujan?

Air terperangkap di alas. Benahi kemiringan dan jalur air dulu sebelum membetulkan kepingnya.

Bisa dicegah sejak awal?

Bisa: pasir alas disaring dan diratakan dengan jidar, tepi dikunci, dua kali isi nat dan padatkan, lalu isi nat lagi setelah 2–3 minggu.


Hamparan Anda Mulai Berbunyi?

Kirim foto hamparan dari atas, foto keping yang goyang setelah diangkat kalau memungkinkan, dan ceritakan kapan bunyinya mulai terdengar. Dari situ bisa diperkirakan apakah cukup diperbaiki setempat atau perlu keping pengganti. UD Lancar Berkah Jaya Beton di Jl. Raya Kedawung 99, Ngijo, Karang Ploso, Malang, mencetak sendiri paving block, kanstin, dan genteng betonnya.

Tinggalkan komentar