Beberapa keluhan paving block yang kami terima ternyata tidak ada hubungannya dengan tukang, alas, atau mutu keping. Pelanggan bilang natnya selalu kosong padahal baru diisi bulan lalu. Ada juga yang bilang satu keping di dekat saluran tiba-tiba ambles saat dilewati motor, padahal kemarin masih rata. Ada yang menemukan butiran tanah seperti bubuk kopi bertumpuk di sela-sela keping setiap pagi. Setelah dilihat langsung, penyebabnya ternyata hewan kecil yang tinggal di bawah halaman.
Hal seperti ini jarang dibahas, mungkin karena terdengar sepele. Tapi di lapangan, semut, tikus, cacing, dan kadang hewan lain bisa mengubah halaman paving yang dipasang dengan benar menjadi halaman yang terus-menerus perlu diperbaiki. Kabar baiknya, hampir semuanya bisa dikenali dari tanda-tandanya dan dicegah dengan cara yang sederhana. Tulisan ini merangkum yang pernah kami lihat.
Semut: Penyebab Nat Kosong yang Paling Sering Tidak Disadari
Pasir di bawah dan di sela paving block adalah tempat yang nyaman bagi semut. Pasirnya kering di bagian atas, lembap sedikit di bagian bawah, dan terlindung oleh keping beton dari hujan dan injakan. Koloni semut hitam kecil sangat suka membangun sarang di sana. Saat membuat lorong, mereka mengangkut butiran pasir ke permukaan dan meninggalkannya bertumpuk di mulut sarang, tepat di garis nat.
Tandanya mudah dikenali kalau tahu yang dicari: gundukan kecil pasir yang sangat halus, seperti tepung kasar, di sela-sela keping, sering dengan lubang kecil di tengahnya. Gundukan ini biasanya muncul di pagi hari atau setelah hujan reda. Pemilik rumah menyapunya, besok muncul lagi. Lama-kelamaan, pasir yang diangkut semut dari bawah membuat nat kosong dan alas di bawah keping berkurang. Keping di atas sarang pelan-pelan turun beberapa milimeter dan mulai goyang.
Semut paling senang di pasir halus yang lepas dan kering. Pasir alas yang terlalu tebal atau tidak dipadatkan dengan baik menjadi tempat favorit. Dari pengamatan kami, halaman yang alasnya abu batu dan dipadatkan dengan stamper jauh lebih jarang diganggu semut dibanding yang memakai pasir halus tanpa pemadatan. Abu batu yang padat lebih sulit digali, butirannya lebih bersudut, dan cenderung mengunci satu sama lain. Soal pilihan alas ini kami bahas di bahan alas dan nat: pasir atau abu batu.

Menangani Sarang Semut Tanpa Merusak Halaman
Reaksi pertama banyak orang adalah menyiram gundukan itu dengan obat serangga semprot. Cara ini membunuh semut yang terlihat, tapi koloninya berada jauh di bawah dan biasanya pindah beberapa keping ke samping. Beberapa minggu kemudian gundukan muncul lagi di tempat lain. Umpan semut, baik yang berbentuk gel maupun butiran, lebih efektif karena dibawa oleh semut pekerja ke dalam sarang. Letakkan di dekat mulut sarang, jangan disapu selama beberapa hari, dan tunggu aktivitasnya berkurang.
Siraman air mendidih juga sering dipakai dan cukup efektif untuk sarang kecil. Hati-hati kalau di dekatnya ada tanaman, karena air panas membunuh akar. Jangan pernah menyiram minyak tanah atau bensin ke nat. Selain berbahaya, cairan ini meninggalkan noda gelap di paving yang sulit hilang.
Setelah aktivitas semut berhenti, langkah terpenting justru sering dilewatkan: isi kembali nat sampai penuh dan padatkan. Kalau keping sudah goyang, cungkil beberapa keping di atas bekas sarang, tambahkan alas, ratakan, pasang kembali, lalu padatkan. Nat yang penuh dan padat membuat semut lebih sulit membangun sarang baru di tempat yang sama. Cara mengisi nat yang benar ada di nat paving block kosong dan pengisian ulang.
Ada yang mengisi nat dengan campuran pasir dan semen supaya semut tidak bisa menggali. Ini memang menghentikan semut, tapi menimbulkan masalah lain. Nat semen membuat hamparan paving kaku seperti lantai cor, sehingga saat tanah bergerak sedikit, natnya retak dan keping bisa ikut retak. Air hujan juga tidak bisa lagi lewat nat sama sekali. Kami tidak menyarankannya untuk halaman biasa.
Ada pola musim yang cukup jelas dari keluhan yang masuk ke kami. Gundukan semut paling banyak dilaporkan di awal musim hujan dan di akhir kemarau, saat koloni memperluas sarang atau pindah mencari tempat yang lebih kering. Kalau Anda baru selesai memasang paving di bulan-bulan itu, periksa nat lebih sering di minggu-minggu pertama.
Tikus: Rongga yang Tidak Terlihat dari Atas
Tikus jauh lebih berbahaya bagi hamparan paving daripada semut, karena yang ditinggalkannya adalah rongga, bukan sekadar nat kosong. Tikus got dan tikus rumah suka menggali lorong di tanah yang gembur, terutama di sepanjang saluran air, di sekitar bak kontrol, dan di bawah tepi halaman yang tidak dikunci kanstin. Lorongnya bisa memanjang di bawah beberapa baris keping tanpa terlihat sama sekali dari atas.
Masalah baru muncul ketika beban lewat di atas rongga itu. Motor atau mobil melindas, alas pasir di atas lorong runtuh ke dalam, dan satu atau dua keping tiba-tiba turun beberapa senti. Pemilik rumah sering mengira pemasangannya yang salah, padahal bagian lain halaman rata-rata saja. Kasus yang paling sering kami lihat adalah keping yang ambles tepat di sebelah saluran uditch atau got terbuka, di baris keping paling pinggir.
Tanda-tanda adanya tikus biasanya ada di sekitar halaman, bukan di permukaan paving: lubang berdiameter sebesar kepalan tangan di dinding tanah saluran, gundukan tanah galian di tepi taman, atau bekas jalur tikus di sepanjang tembok. Kalau Anda mengetuk keping dengan gagang palu dan bunyinya kopong dibanding keping di sebelahnya, besar kemungkinan ada rongga di bawahnya.
Baca Juga : Memperbaiki Paving Block Ambles Setempat
Memperbaiki Rongga Tikus dan Menutup Jalan Masuknya
Memperbaiki keping yang ambles karena rongga tikus tidak cukup dengan menambah pasir di bawah keping itu saja. Rongganya harus dibuka sampai terlihat ujungnya, lalu diisi dengan material yang bisa dipadatkan, seperti sirtu atau tanah bercampur batu kecil, lapis demi lapis sambil ditumbuk. Kalau hanya diisi pasir, pasir itu akan terus mengalir ke bagian lorong yang belum terbuka dan keping akan turun lagi.
Yang lebih penting adalah menutup jalan masuknya. Tikus hampir selalu masuk dari saluran air atau dari tanah terbuka di tepi halaman. Di sisi yang berbatasan dengan saluran, bibir saluran sebaiknya dikunci dengan kanstin atau cor kecil yang tertanam cukup dalam, bukan hanya setinggi keping. Di tepi yang berbatasan dengan taman, pengunci tepi yang tertanam juga membantu, karena tikus cenderung menggali di tanah lunak, bukan menembus beton. Penjelasan soal jenis pengunci tepi ada di pengunci tepi paving block.
Kalau populasi tikus di lingkungan memang tinggi, misalnya dekat pasar, gudang beras, atau sungai, perbaikan paving hanya menyelesaikan akibatnya. Sumbernya perlu ditangani bersama lingkungan sekitar, bukan hanya di halaman sendiri.
Cacing Tanah dan Butiran Tanah di Nat
Di halaman yang dulunya kebun atau taman, pemilik rumah kadang menemukan butiran tanah kecil-kecil yang menggumpal, berwarna gelap, bertumpuk di sela-sela paving, terutama di musim hujan. Ini kotoran cacing tanah. Cacing naik ke permukaan melalui nat dan meninggalkan butiran itu. Bentuknya berbeda dengan gundukan semut, karena butirannya lebih besar, lebih lembap, dan berwarna seperti tanah kebun, bukan pasir.
Cacing tanah sendiri tidak merusak struktur halaman secara langsung. Tapi kehadirannya dalam jumlah banyak adalah tanda yang perlu diperhatikan. Artinya di bawah paving masih ada tanah yang kaya bahan organik dan lembap, dan kemungkinan besar tidak ada lapisan pondasi yang cukup antara tanah asli dan alas pasir. Tanah organik seperti ini akan terus menyusut pelan-pelan seiring bahan organiknya membusuk, dan halaman bisa bergelombang dalam beberapa tahun.
Untuk halaman yang sudah terpasang, butiran cacing cukup disapu saat sudah kering. Untuk halaman baru di bekas kebun, lapisan tanah atas yang gembur dan penuh akar sebaiknya dikupas dulu sebelum diberi lapisan pondasi dan alas. Kami menjelaskan urutan persiapannya di persiapan lahan sebelum paving block datang.
Rayap dan Sisa Kayu yang Tertimbun
Rayap tidak memakan paving block, tentu saja. Tapi ada satu kejadian yang cukup sering kami temui dan jarang dipikirkan orang. Saat membangun rumah, sisa kayu bekisting, potongan papan, dan akar pohon yang ditebang sering ikut tertimbun di bawah urugan halaman. Kayu-kayu ini menjadi makanan dan sarang rayap. Dalam beberapa tahun, kayunya habis dimakan dan membusuk, meninggalkan rongga di bawah tanah. Hasilnya mirip rongga tikus: bagian halaman tertentu ambles tanpa sebab yang jelas.
Selain itu, koloni rayap yang tumbuh dari sisa kayu di bawah halaman bisa merambat ke rumah, ke kusen, tangga kayu, atau kayu atap. Karena itu, sebelum memasang paving block, pastikan lahan bersih dari sisa kayu dan akar besar. Kalau Anda membongkar keping untuk perbaikan dan menemukan jalur tanah berbentuk lorong kecil di bawahnya, atau kayu yang sudah rapuh, sebaiknya periksa juga bagian kayu rumah yang terdekat.
Yuyu di Halaman Bekas Sawah
Ini lebih jarang, tapi pernah kami lihat beberapa kali di perumahan yang dibangun di atas bekas sawah. Yuyu atau kepiting sawah yang masih hidup di tanah basah di bawah urugan membuat lubang-lubang vertikal yang bisa cukup dalam. Di musim hujan, lubangnya muncul di tepi halaman atau di sela paving yang dekat dengan tanah basah. Lubang seperti ini menghanyutkan pasir alas ke bawah dan membuat keping di sekitarnya turun.
Masalah yuyu biasanya berkurang dengan sendirinya setelah beberapa tahun, ketika tanah urugan sudah padat dan muka air tanah di bawah halaman tidak lagi setinggi dulu. Selama itu, lapisan pondasi yang cukup tebal dan padat di atas tanah sawah membantu memisahkan alas paving dari tanah basah di bawahnya. Pembahasan soal lahan bekas sawah ada di paving block di atas tanah urugan dan bekas sawah.

Ayam, Kucing, dan Anjing yang Mengais
Hewan peliharaan jarang dianggap masalah untuk paving, tapi di halaman desa yang ayam kampungnya dilepas, kami beberapa kali melihat nat yang habis dikais di area tempat ayam biasa mencari makan. Ayam suka mengais pasir nat yang lepas untuk mencari serangga kecil dan butiran makanan. Di area yang sama setiap hari, natnya tidak pernah penuh.
Kucing dan anjing yang menggali biasanya memilih tanah di tepi halaman atau lubang grass block yang berisi tanah, bukan nat paving yang rapat. Grass block dan paving berlubang memang lebih rentan terhadap hewan penggali karena lubangnya berisi tanah gembur. Kalau Anda memelihara hewan yang suka menggali, pertimbangkan hal ini sebelum memilih grass block untuk area yang luas. Pertimbangan lainnya ada di grass block dan paving block berlubang.
Pencegahan yang Paling Berpengaruh
Setelah melihat banyak kasus, pencegahan yang paling berpengaruh ternyata sama dengan prinsip pemasangan paving yang benar. Hewan penggali memilih tempat yang paling mudah digali. Halaman dengan alas tipis dan padat, nat penuh, tepi terkunci, dan tanpa sisa kayu di bawahnya menawarkan sangat sedikit tempat seperti itu.
- Bersihkan lahan dari sisa kayu, akar besar, dan lapisan tanah kebun sebelum pemasangan.
- Gunakan lapisan pondasi yang dipadatkan di atas tanah asli, lalu alas yang tidak terlalu tebal.
- Padatkan paving dengan stamper dan isi nat sampai benar-benar penuh.
- Kunci tepi yang berbatasan dengan saluran dan taman dengan kanstin yang tertanam cukup dalam.
- Periksa nat setiap beberapa bulan, terutama setelah musim hujan, dan isi kembali kalau turun.
Semua langkah ini dibahas lebih lengkap di cara memasang paving block agar tidak ambles dan pemadatan paving block: alat dan urutannya. Dan kalau Anda sedang memilih jenis paving block untuk halaman baru, pilihannya ada di halaman paving block.
Membedakan Ulah Hewan dan Kesalahan Pemasangan
Satu hal terakhir yang perlu diingat. Tidak semua nat kosong dan keping ambles disebabkan hewan. Keping yang turun di jalur roda secara memanjang, bergelombang merata di satu area, atau melebar di tepi biasanya adalah masalah alas dan pengunci tepi. Ciri kerusakan akibat hewan justru sifatnya setempat dan acak: satu titik di sini, satu titik di sana, sering di dekat saluran, taman, atau pohon, dan disertai tanda-tanda seperti gundukan pasir halus, butiran tanah, atau lubang.
Mengetahui penyebabnya penting, karena cara memperbaikinya berbeda. Menambah pasir di bawah keping yang turun karena tikus tidak akan menyelesaikan apa-apa, dan menyemprot obat semut di halaman yang alasnya memang terlalu tebal hanya menunda masalah. Kalau ragu, pembahasan penyebab umum kerusakan ada di paving block ambles, bergelombang, dan bergeser.
Pertanyaan yang Sering Masuk
Kenapa nat paving selalu kosong padahal baru diisi?
Periksa gundukan pasir halus di sela keping. Kalau ada, kemungkinan besar sarang semut yang mengangkut pasir ke permukaan.
Obat semprot atau umpan semut?
Umpan lebih efektif karena dibawa ke dalam sarang. Setelah semut berhenti, isi ulang nat sampai penuh.
Boleh mengisi nat dengan campuran semen?
Tidak disarankan. Hamparan jadi kaku, nat mudah retak, dan air hujan tidak bisa lewat.
Keping di tepi saluran tiba-tiba ambles, kenapa?
Sering karena rongga lorong tikus. Buka rongganya, isi dengan sirtu padat, lalu tutup jalan masuk dari saluran.
Apakah rayap merusak paving block?
Tidak langsung, tapi sisa kayu yang tertimbun di bawah halaman dimakan rayap dan meninggalkan rongga.
Halaman Paving Sering Ambles Setempat?
Kirimkan foto bagian yang turun dan area di sekitarnya. Kami bantu membaca kemungkinan penyebabnya dan menyiapkan keping pengganti kalau dibutuhkan. Tempat produksi kami di Jl. Raya Kedawung 99, Ngijo, Karang Ploso, Malang.