Membuat Tulisan dan Logo dari Paving Block

Permintaan yang satu ini selalu membuat kami berhenti sebentar dan mengambil kertas. Sebuah sekolah ingin logo yayasannya ada di halaman depan. Pengurus masjid ingin tulisan nama masjid di pelataran. Warga sebuah dusun ingin nama dusunnya terbaca di gapura jalan yang baru dipaving. Semuanya ingin tulisan atau gambar yang dibuat dari paving block berwarna, bukan dicat, supaya awet.

Idenya bagus, dan hasilnya bisa sangat bagus. Tapi kami juga sudah melihat beberapa yang hasilnya mengecewakan: hurufnya tidak terbaca, logonya patah-patah, atau warnanya belang setelah setahun. Hampir semua kekecewaan itu berasal dari hal yang tidak dipikirkan sebelum memesan. Di tulisan ini kami ceritakan apa yang kami pelajari dari membantu pekerjaan seperti itu.

Paving Itu Piksel, Bukan Kuas

Hal pertama yang perlu diterima: membuat gambar dari paving sama dengan membuat gambar dari kotak-kotak di kertas berpetak. Setiap keping adalah satu titik warna, dan titik itu berukuran belasan sampai puluhan senti. Garis lengkung, sudut lancip, dan detail halus tidak bisa dibuat. Yang bisa dibuat adalah bentuk yang tersusun dari kotak.

Karena itu, bentuk keping yang paling cocok untuk tulisan dan gambar adalah yang paling sederhana. Paving kotak kecil 10,5 x 10,5 memberi “resolusi” paling tinggi, artinya detail paling halus yang bisa dibuat dengan keping utuh. Paving 20 x 20 memberi resolusi lebih kasar, tapi pemasangannya lebih cepat dan tulisannya bisa dibuat lebih besar. Paving bata 10,5 x 21 bisa dipakai kalau disusun lurus, dengan satu keping bata dihitung sebagai dua kotak kecil yang menyatu.

Bentuk yang bergerigi, seperti diagonal, wajik, dan topi uskup, hampir tidak mungkin dipakai untuk tulisan. Garis tepi hurufnya akan ikut bergerigi mengikuti bentuk keping, dan huruf menjadi sulit dibaca. Kalau halaman sekitarnya memakai bentuk bergerigi, area tulisannya bisa dibuat sebagai panel terpisah dengan paving kotak, dibingkai kanstin kecil atau satu baris keping warna gelap.

Paving block kotak 10,5x10,5 warna hitam yang dipakai sebagai piksel untuk membuat tulisan dan logo di halaman
Paving 10,5 x 10,5 hitam. Keping kotak kecil memberi detail paling halus untuk huruf dan logo.

Ukuran Huruf Minimum yang Masih Terbaca

Ini pertanyaan yang paling sering kami jawab dengan menggambar. Supaya sebuah huruf bisa dikenali, dibutuhkan kira-kira lima kotak ke samping dan tujuh kotak ke atas. Itu ukuran yang sama dengan huruf di papan tulisan berjalan lampu LED. Dengan paving 10,5 x 10,5, artinya satu huruf sekitar 53 x 74 senti, ditambah satu kotak jarak antar huruf.

Dengan hitungan itu, nama masjid sepuluh huruf butuh panjang hampir enam meter. Di halaman masjid yang lebarnya delapan meter, masih masuk. Di halaman rumah yang lebarnya lima meter, sudah tidak masuk. Karena itu, sebelum memutuskan isi tulisan, ukur dulu ruang yang tersedia, dan hitung berapa huruf yang muat. Seringkali nama panjang harus diganti singkatan atau inisial.

Dengan paving 20 x 20, satu huruf menjadi sekitar satu meter lebar dan satu setengah meter tinggi. Ini cocok untuk tulisan yang dibaca dari jauh atau dari atas, seperti nama desa di lapangan atau tulisan di atap parkir yang terlihat dari jalan layang. Untuk huruf yang dibaca dari dekat, 10,5 x 10,5 lebih pas.

Huruf yang paling mudah dibuat adalah huruf kapital bergaris lurus: A, E, F, H, I, L, T. Huruf yang paling sulit adalah yang berlengkung dan miring: S, G, R, K, dan angka 2 serta 3. Huruf-huruf ini tetap bisa dibuat, tapi butuh ukuran lebih besar supaya lengkungannya tidak terlihat seperti tangga.

Dari Mana Tulisan Itu Akan Dilihat

Ini hal yang hampir selalu terlewat, dan paling sering membuat hasil akhir mengecewakan. Tulisan di lantai dilihat dari samping, bukan dari atas. Orang yang berdiri di depan tulisan melihatnya dengan sudut rendah. Akibatnya, huruf terlihat jauh lebih pendek dari sebenarnya. Huruf setinggi 74 senti yang dilihat dari jarak lima meter oleh orang berdiri akan terasa gepeng dan sulit dibaca.

Ada dua cara mengatasinya. Yang pertama, tinggikan hurufnya. Huruf untuk tulisan di lantai sebaiknya dibuat lebih tinggi dari biasanya, kira-kira satu setengah sampai dua kali lebarnya, supaya ketika dilihat dari samping terlihat proporsional. Yang kedua, tentukan dari arah mana tulisan paling sering dilihat, lalu hadapkan tulisan ke arah itu. Tulisan nama masjid biasanya dilihat oleh orang yang masuk dari gerbang, jadi dasar huruf menghadap gerbang.

Kalau tulisan justru lebih sering dilihat dari lantai dua atau dari foto udara, misalnya logo sekolah di tengah lapangan upacara, perhitungan ini tidak berlaku. Bentuk normal sudah pas. Ada satu sekolah di Batu yang kami bantu, logonya dibuat untuk dilihat dari lantai tiga gedung sekolah dan dari foto drone saat acara, dan hasilnya jauh lebih bagus dari yang dibayangkan pengurusnya.

Kontras Warna: Yang Terlihat di Kertas Belum Tentu Terlihat di Tanah

Warna paving yang kami cetak adalah abu natural, abu halus, merah, dan hitam. Dengan empat warna ini, pasangan yang paling terbaca adalah hitam di atas abu halus dan merah di atas abu halus. Hitam di atas abu natural masih terbaca, tapi kontrasnya berkurang. Merah di atas hitam, atau hitam di atas merah, sulit dibedakan dari jarak jauh, apalagi saat permukaan basah.

Ada satu hal yang jarang diketahui: kontras paving berubah setelah dipakai. Paving baru warnanya cerah dan kontras. Setelah beberapa bulan, debu, lumut tipis, dan kotoran sepatu membuat semua warna bergerak ke arah abu kecokelatan. Merah menjadi sedikit kusam, hitam menjadi sedikit keabuan. Perbedaan antara abu natural dan abu halus yang awalnya jelas bisa hampir hilang. Karena itu, untuk tulisan dan logo, pilih pasangan warna yang kontrasnya paling besar, jangan yang halus. Penjelasan lebih rinci tentang perubahan warna ada di warna paving block belang, pudar, dan berbercak.

Satu tips lagi: lihat contoh keping kering dan basah berdampingan sebelum memutuskan. Saat basah, semua paving menjadi lebih gelap, dan warna yang kontras saat kering bisa hampir sama saat hujan. Kalau tulisan harus tetap terbaca saat hujan, misalnya penunjuk arah, pakai hitam di atas abu halus.

Paving block 20x20 merah untuk membentuk huruf tulisan di atas dasar paving abu halus
Paving 20×20 merah. Merah di atas abu halus termasuk pasangan yang tetap terbaca setelah warna mulai kusam.

Merencanakan di Kertas Berpetak

Semua tulisan dan logo yang berhasil kami lihat dimulai dari kertas berpetak atau lembar kerja di komputer. Satu kotak mewakili satu keping. Gambar tulisannya kotak demi kotak, warnai, lalu hitung.

Langkah yang biasa kami sarankan:

Pertama, ukur area yang tersedia dan ubah ke jumlah keping. Area 3 x 2 meter dengan paving 10,5 x 10,5 berarti sekitar 28 x 19 kotak.

Kedua, gambar tulisan atau logo di dalam kotak-kotak itu. Mulai dari yang paling sederhana. Logo yang rumit harus disederhanakan: buang teks kecil, gradasi, dan garis tipis. Sisakan bentuk utamanya saja. Kalau logo aslinya punya tiga atau empat warna, pilih satu atau dua warna yang paling dikenali.

Ketiga, hitung keping per warna. Hitung manual atau dengan menghitung sel berwarna di lembar kerja. Tambahkan cadangan sekitar sepuluh persen untuk tiap warna, karena akan ada yang gompal saat pemasangan atau saat dipotong.

Keempat, tentukan titik mulai. Tulisan harus dimulai dari titik yang pasti dan diukur dari garis tetap, misalnya dinding masjid atau tepi teras, bukan dari tepi halaman yang mungkin miring. Kalau tulisan bergeser satu keping saja, jarak ke tepi akan terlihat tidak simetris. Kami menulis lebih lanjut tentang menentukan titik awal di titik mulai pemasangan paving block.

Kalau Anda mengirimkan gambar logo atau tulisan ke kami, kami bisa membantu menyederhanakannya dan menghitung kebutuhan keping per warna. Pekerjaan hitung ini sering lebih memakan waktu dari yang dibayangkan, dan kesalahan hitung paling sering terjadi pada warna yang jumlahnya sedikit.

Baca Juga : Kombinasi Warna Paving Block

Pemasangan: Tukang Perlu Gambar, Bukan Penjelasan Lisan

Tukang paving biasa terbiasa memasang satu warna dengan pola yang berulang. Memasang tulisan butuh cara kerja yang berbeda, dan hasilnya sangat tergantung apakah tukang memegang gambar yang jelas.

Cetak gambar kotak-kotak tadi, dan kalau bisa beri nomor baris dan kolom. Sebelum memasang, tandai garis dasar tulisan di pasir alas dengan benang. Pasang dari satu sisi dan satu baris, jangan melompat-lompat. Setelah beberapa baris terpasang, berdiri di posisi orang yang akan melihat tulisan dan periksa dari sana. Kesalahan satu keping lebih mudah diperbaiki sebelum baris berikutnya dipasang.

Keping warna untuk tulisan sebaiknya dipisahkan dan ditumpuk sendiri di dekat area kerja, bukan dicampur dengan tumpukan utama. Kami pernah melihat satu tulisan nama perumahan yang huruf N-nya terbalik karena tukang mengambil keping dari tumpukan yang salah. Masalah seperti ini baru ketahuan setelah semua terpasang dan dipadatkan.

Nat di area tulisan perlu diisi dengan bahan yang warnanya netral. Pasir yang sangat gelap atau sangat terang akan membuat garis-garis nat terlihat jelas dan mengganggu bentuk huruf. Abu batu yang biasa dipakai sudah cukup netral. Pembahasan tentang bahan nat ada di abu batu dan pasir untuk paving block.

Memotong Keping untuk Garis Miring

Kadang tulisan atau logo benar-benar butuh garis miring atau lengkung yang tidak bisa dibuat dengan keping utuh. Solusinya adalah memotong keping. Tapi potongan yang terlalu kecil adalah titik lemah di hamparan paving: ia mudah lepas dan pecah saat dilindas.

Aturan praktis kami: potongan tidak boleh lebih kecil dari setengah keping. Kalau sebuah garis miring membutuhkan potongan yang lebih kecil, lebih baik ubah desainnya menjadi tangga yang tersusun dari keping utuh. Dari jarak lima meter, tangga kecil dengan keping 10,5 x 10,5 sudah terlihat seperti garis miring yang cukup halus.

Kalau memang harus dipotong, pakai gerinda dengan mata potong beton, dan potong dengan air supaya debu tidak menempel. Jangan dipecah dengan palu dan pahat, karena potongannya tidak rapi dan retakannya bisa merambat. Langkah lengkapnya ada di cara memotong paving block.

Tulisan di Area yang Dilewati Kendaraan

Tulisan di halaman yang dilewati mobil atau motor perlu perlakuan khusus. Keping warna di area tulisan harus sama tebalnya dengan keping di sekitarnya. Kalau halaman 8 senti dan keping warna yang tersedia hanya 6 senti, jangan dicampur. Keping yang lebih tipis akan turun dan membuat cekungan berbentuk huruf.

Pola juga harus tetap mengunci. Tulisan yang dibuat dari keping kotak yang disusun lurus di tengah hamparan bata pola tulang ikan akan menjadi titik lemah, karena keping kotak susun lurus tidak saling mengunci sekuat pola tulang ikan. Untuk area tulisan di jalur kendaraan, kanstin kecil atau bingkai keping di sekeliling panel tulisan membantu mengunci panel itu. Untuk perbandingan kekuatan pola, lihat pola pemasangan paving block.

Tulisan yang posisinya di jalur roda juga akan lebih cepat kusam dibanding yang di pinggir. Sebisa mungkin letakkan tulisan di bagian halaman yang hanya diinjak orang, bukan dilindas roda.

Tulisan dari Paving atau Dicat?

Pertanyaan ini sering muncul karena cat terlihat lebih murah dan lebih bebas bentuknya. Kami menjawabnya dari pengalaman: cat di atas paving yang diinjak orang dan dilindas kendaraan biasanya bertahan satu sampai dua tahun sebelum mengelupas. Di bagian yang sering diinjak, bahkan lebih cepat. Selain itu, cat menutup pori permukaan paving, sehingga di area yang terkena hujan ia bisa mengelupas bersama lapisan tipis permukaan keping.

Keping berwarna warnanya ada di seluruh lapisan permukaan, sehingga saat permukaannya aus, warnanya tetap ada. Biayanya lebih tinggi di awal karena perhitungan dan pemasangan lebih rumit, tapi tidak perlu dicat ulang. Untuk marka yang sederhana, seperti garis parkir, kami sudah membandingkan keduanya di marka parkir dari paving block warna, dan pembahasan tentang cat atau pelapis ada di coating dan cat paving block.

Paving block wajik hitam ukuran 20x20 yang bentuk bergeriginya kurang cocok untuk huruf tetapi cocok sebagai bingkai panel tulisan
Paving wajik hitam. Bentuk bergerigi kurang pas untuk huruf, tapi bisa dipakai sebagai bingkai di sekeliling panel tulisan.

Contoh yang Cocok dan Kurang Cocok

Dari yang pernah kami bantu dan lihat, beberapa jenis tulisan dan gambar paling berhasil dibuat dari paving:

Inisial atau singkatan pendek, seperti nama perumahan dua atau tiga huruf di gerbang masuk. Mudah dibaca, tidak butuh ruang besar.

Logo sederhana dengan satu atau dua warna dan bentuk geometris, seperti bintang, lingkaran yang disederhanakan, atau simbol kotak-kotak.

Penanda arah dan angka, misalnya nomor blok di jalan perumahan, arah kiblat di pelataran masjid, atau penanda jarak di jalur jalan pagi. Kami menulis lebih lanjut tentang penanda jarak di jogging track dari paving block.

Permainan di lantai, seperti engklek, ular tangga, atau papan catur besar, yang juga pernah kami bahas di paving block untuk area bermain anak.

Yang kurang cocok adalah logo dengan banyak detail halus, teks kecil di dalam logo, gambar wajah atau bentuk realistis, serta nama panjang di ruang sempit. Untuk jenis ini, pertimbangkan papan nama di dinding atau prasasti, dan biarkan lantainya tetap polos atau hanya diberi bingkai warna.

Merawat Tulisan agar Tetap Terbaca

Tulisan dari paving tidak butuh perawatan khusus, tapi karena kontras adalah segalanya, kebersihan menjadi lebih penting dari halaman biasa. Penyikatan dan penyemprotan setiap beberapa bulan membuat warna kembali cerah. Keping yang gompal atau retak di area tulisan lebih terlihat dibanding di area polos, jadi simpan cadangan keping untuk setiap warna. Kami sudah menulis tentang menyimpan cadangan di paving block cadangan.

Untuk melihat bentuk dan warna paving block yang kami cetak, termasuk yang cocok untuk tulisan dan logo, kunjungi halaman paving block.

Pertanyaan yang Sering Masuk

Bentuk paving apa yang paling cocok untuk tulisan?

Paving kotak 10,5×10,5 untuk detail halus, 20×20 untuk tulisan besar. Hindari bentuk bergerigi seperti diagonal dan wajik.

Berapa ukuran minimum satu huruf?

Sekitar 5 x 7 keping. Dengan paving 10,5×10,5, satu huruf kira-kira 53 x 74 cm.

Warna apa yang paling terbaca?

Hitam atau merah di atas abu halus. Hindari pasangan merah dengan hitam.

Kenapa tulisan terlihat gepeng saat dilihat?

Tulisan di lantai dilihat dari samping. Buat hurufnya lebih tinggi, sekitar 1,5 sampai 2 kali lebarnya.

Lebih awet tulisan dari keping warna atau cat?

Keping warna. Cat biasanya mengelupas dalam 1 sampai 2 tahun di area yang diinjak.

Bisakah logo dengan banyak detail dibuat dari paving?

Harus disederhanakan dulu. Buang teks kecil dan garis halus, sisakan bentuk utama dengan 1 sampai 2 warna.

Ingin Membuat Tulisan atau Logo dari Paving?

Kirimkan gambar logo atau tulisan yang diinginkan beserta ukuran area dan foto lokasinya. Kami bantu menyederhanakan desainnya, memilih paving block dan warna, serta menghitung jumlah keping per warna. Contoh keping bisa dilihat langsung di tempat produksi kami di Jl. Raya Kedawung 99, Ngijo, Karang Ploso, Malang.

Tinggalkan komentar